Menhub paparkan progres Pelabuhan Ambon, dukung lumbung ikan nasional

Menhub paparkan progres Pelabuhan Ambon, dukung lumbung ikan nasional

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) saat menyampaikan progres rencana pembangunan Pelabuhan Ambon Baru yang terintegrasi dengan pusat perikanan kepada Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) di Ambon, Maluku, Kamis (7/10/2021). ANTARA/HO-Kementerian Perhubungan/aa.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyampaikan progres rencana pembangunan Pelabuhan Ambon baru yang terintegrasi dengan pusat perikanan kepada Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Ambon, Maluku, pada Kamis. 

“Berbagai upaya telah dilakukan, salah satunya yaitu kami telah melakukan realokasi anggaran pembiayaan pembebasan lahan guna pembangunan awal Pelabuhan Ambon baru ini,” kata Menhub Budi Karya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Menhub Budi Karya mengungkapkan pembangunan infrastruktur dasar dari pelabuhan baru itu akan dibangun menggunakan APBN. Sementara, untuk pengembangan pelabuhan selanjutnya, perlu dilakukan kerja sama pengelolaan Pelabuhan Ambon baru antara Pelindo IV dengan pihak swasta melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau pendanaan kreatif non-APBN.

Menurut dia, pembangunan pelabuhan baru di Ambon sangat diperlukan mengingat lokasi Pelabuhan Ambon eksisting berada di daerah pusat perdagangan, pemukiman, dan fasilitas umum perkotaan lainnya, sehingga sudah sulit untuk dikembangkan karena area lahan yang terbatas.

Menhub mengatakan pembangunan pelabuhan baru tersebut dilakukan dalam rangka mendukung Provinsi Maluku menjadi Lumbung Ikan Nasional.

“Pembangunan Pelabuhan Ambon baru ditargetkan sudah dimulai pada akhir Desember 2021 atau Januari 2022,” kata Menhub.

Baca juga: Menhub jelaskan ke Presiden rencana pembangunan Pelabuhan Baru Ambon

Ia mengatakan ada sejumlah kondisi  yang menjadi potensi masalah yaitu pelabuhan kargo dan peti kemas eksisting akan mencapai kapasitas maksimum dalam 10-15 tahun, Teluk Ambon sebagai akses pelayaran keluar dan menuju pelabuhan sangat padat, serta pelabuhan perikanan eksisting yang telah mencapai kapasitas maksimum.

“Dengan adanya kondisi tersebut, maka diperlukan pembangunan Pelabuhan Ambon Terpadu sebagai pusat pertumbuhan industri pengolahan ikan dan konsolidasi kargo dari wilayah Indonesia Timur,” kata Menhub.

Kemenhub berkomitmen mendukung ekspor perikanan dengan mendorong konektivitas antara Indonesia dan Australia khususnya konektivitas langsung dari Maluku ke Australia dengan konsep pelabuhan yang terintegrasi.

Menhub menjelaskan pelabuhan yang terintegrasi memiliki sejumlah fasilitas yaitu terminal peti kemas internasional dan domestik, terminal roro, pelabuhan perikanan (TPI dan tempat pengolahan ikan), kawasan industri logistik, terminal LNG dan power plant, dengan panjang total dermaga 1000 m (ultimate).

Ia menambahkan Pelabuhan Ambon Baru akan berdiri di perbatasan Desa Waai dan Liang, Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon.

Lahan yang telah disediakan seluas 700 hektare yang terintegrasi antara pelabuhan logistik dan pelabuhan perikanan serta industri perikanan dalam satu lokasi. Skema investasi pelabuhan akan menggunakan skema KPBU mencapai Rp5 triliun.

"Selain di Ambon, guna mendukung Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional, Kemenhub juga telah menyiapkan infrastruktur pelabuhan dan bandara di Kota Tual. Keberadaan infrastruktur transportasi sangat penting untuk memperlancar kegiatan ekspor komoditas perikanan yang ada di Kota Tual," kata Menhub.

Baca juga: KKP-Kemenhub sinergi kembangkan Pelabuhan Ambon Baru

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menhub pastikan arus wisman lancar saat WSBK digelar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar