Pfizer-BioNTech minta AS setujui vaksinnya buat anak-anak

Pfizer-BioNTech minta AS setujui vaksinnya buat anak-anak

Arsip - Marisol Gerardo, 9 tahun, ditemani ibunya saat menerima dosis kedua vaksin COVID-19 dari Pfizer dalam uji klinis bagi anak-anak di Duke Health, Durham, North Carolina, AS, April 2021. ANTARA/Reuters/as.

Washington (ANTARA) - Pfizer dan BioNTech meminta regulator Amerika Serikat untuk menyetujui penggunaan darurat vaksin COVID-19 buatan mereka bagi anak-anak berusia 5-11 tahun, kata Pfizer di Twitter pada Kamis.

Permohonan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) diajukan saat kasus infeksi COVID-19 di kalangan anak melonjak, menyentuh titik tertinggi selama pandemi pada awal September, menurut data American Academy of Pediatrics.

FDA sudah menetapkan tanggal 26 Oktober bagi penasihat luar mengelar pertemuan dan membahas permohonan Pfizer, yang memungkinkan anak-anak mulai menerima vaksin segera setelah mendapat lampu hijau.

Proses perizinan yang cepat dapat membantu meredakan lonjakan kasus selama musim gugur ini ketika sekolah-sekolah di seluruh wilayah dibuka kembali.

Vaksin Pfizer, yang telah diizinkan untuk diberikan pada anak usia 12-15 tahun dan diizinkan secara penuh pada usia 16 tahun ke atas, terbukti merangsang respons imun yang kuat dalam kelompok usia target dalam uji klinis yang melibatkan 2.268 partisipan, kata pihak perusahaan pada 20 September.

Vaksin Pfizer-BioNTech mengantongi persetujuan untuk anak berusia 12-15 tahun sekitar sebulan setelah perusahaan mengajukan permohonan.

Meskipun anak-akan kurang rentan terhadap COVID-19 yang parah, mereka mampu menularkan virus ke orang lain, termasuk penduduk rentan yang lebih berisiko terkena penyakit parah.

Sumber: Reuters

Baca juga: Pfizer/BioNTech klaim vaksinnya aman dan melindungi anak-anak
Baca juga: AS diyakini akan izinkan vaksin Pfizer untuk anak usia 5-11 tahun

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Anton Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Edisi COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar