PON Papua

Paralayang selesaikan babak kelima ketepatan mendarat

Paralayang selesaikan babak kelima ketepatan mendarat

Atlet paralayang Papua Sulthon Nur Seha Opier dan Iman Romansyah beraksi saat mengikuti pertandingan paralayang nomor lintas alam tandem PON Papua di Jayapura, Papua, Selasa (5/10/2021). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/tom. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Jayapura (ANTARA) -
Cabang olahraga paralayang berhasil menyelesaikan babak kelima nomor ketepatan mendarat individu dan beregu baik putra maupun putri pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang dilaksanakan di arena Kampung Buton, Kota Jayapura.
 
Ketua Paralayang Indonesia Wahyu Yudha kepada Antara di Jayapura, Jumat, mengatakan pada hari pelaksanaan babak kelima nomor ketetapan mendarat ini, baru dapat dilaksanakan pada siang hingga sore hari.
 
"Hal ini dikarenakan cuaca hujan sepanjang malam hingga pagi hari," katanya.

Baca juga: Paralayang selesaikan 12 nomor pertandingan pada PON XX Papua
 
Menurut Wahyu, angin pun berhembus dari belakang hingga siang hari, padahal paralayang membutuhkan angin yang datang dari depan.
 
"Pasalnya, paralayang harus lari menghadap angin," ujarnya.
 
Dia menjelaskan hingga babak kelima nomor ketepatan mendarat individu dan beregu baik putra maupun putri juga diperoleh hasil sementara.
 
"Individual putra, pada urutan pertama diraih Sukmandi asal Sumatera Barat, tempat kedua Roni Pratama atlet Jawa Timur dan urutan ketiga Irvan Winarya asal Banten," katanya lagi.

Baca juga: TD Paralayang apresiasi Polresta Jayapura yang terus ingatkan prokes
 
Dia menambahkan untuk individual putri, urutan pertama diraih Rina Kusuma asal Sumatera Barat juga, selanjutnya urutan kedua Eka Nesti dari Jawa Tengah dan urutan ketiga Nofrica Yanti asal Sumatera Barat juga.
 
"Untuk beregu putra, urutan pertama Jawa Barat, urutan kedua Jawa Timur dan urutan ketiga Jawa Tengah, kemudian beregu putri, urutan pertama Sumatera Barat, urutan kedua Papua dan ketiga Jawa Tengah," ujarnya lagi.

Baca juga: Paralayang catat rekor MURI dengan 22 parasut

Pewarta: Hendrina Dian Kandipi
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dampak ekonomi PON & Peparnas capai Rp1,6 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar