PON Papua

Dua atlet tarung derajat Sumbar lolos tak berkeringat ke semifinal

Dua atlet tarung derajat Sumbar lolos tak berkeringat ke semifinal

Atlet tarung derajat Sumbar saat berlaga di PON Papua XX 2021. (ANTARA/ HO KONI Sumbar)

Merauke, (ANTARA) - Diuntungkan oleh hasil undian karena mendapat bye, dua atlet tarung derajat Sumatera Barat, Hendiko Ramadhan (55-58kg) dan Nur Rahimah (45kg) lolos "tak berkeringat" ke babak semifinal cabang olahraga tarung derajat PON Papua XX 2021 tanpa harus bertanding.

Manajer tarung derajat Sumbar Alnedral melalui keterangan tertulis di Merauke, Jumat mengatakan hasil undian cabang olahraga tarung derajat Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 Papua menguntungkan dua petarungnya.

"Hasil undian malam tadi dua petarung langsung masuk babak semi final. Keduanya merupakan petarung unggulan kami," katanya.

Kedua petarung Sumbar itu akan bertanding pada partai ke-39 dan ke-42 pada Minggu(10/10) di GOR Eme Neme Yaure, Mimika, Papua.

Sementara itu atlet tarung derajat Sumbar lainnya, Yogi Pratama harus mengakui kehebatan lawannya di laga perdana menghadapi Jawa Barat, Rio Muhammad di nomor tarung 61-64 kilogram pria dengan skor 2-1.

Pelatih tarung derajat Sumbar, Novriadi Chandra mengatakan secara kemampuan Yogi dan Rio sama, namun ronde pertama tadi tendangan dari mengenai kepala Yogi, dan itu nilainya tinggi.

Dua wasit memenangkan petarung asal Jawa Barat tersebut dengan nilai 89 dan 79, sementara hanya satu wasit yang memenangkan Yogi Pratama dengan nilai 76.

Sementara pada Sabtu(09/10) petarung Vebi Sasmita yang turun pada nomor tarung kelas 54-58Kg akan berhadapan dengan petarung asal Jawa Tengah Vinda.

Baca juga: Tarung Derajat Sumbar incar dua emas di PON Papua
Baca juga: Pelatih tarung derajat Sumbar genjot latihan atlet jelang PON
Baca juga: Sumbar ingin pertahankan capaian emas tarung derajat PON


Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dampak ekonomi PON & Peparnas capai Rp1,6 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar