Gubernur Kaltara menerima penghargaan sebagai tokoh penjaga perbatasan

Gubernur Kaltara menerima penghargaan sebagai tokoh penjaga perbatasan

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal Arifin Paliwang menerima piagam penghargaan sebagai tokoh penjaga perbatasan pada Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ll Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) yang diselenggarakan di Belitung, Provinsi Bangka Belitung, Jumat (8/10/2021). ANTARA/HO-Dinas KISP Provinsi Kaltara

Pulau-pulau terluar dapat berfungsi ganda yakni sebagai fungsi pertahanan dan keamanan serta fungsi ekonomi,
Tarakan (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal Arifin Paliwang menerima piagam penghargaan sebagai tokoh penjaga perbatasan pada Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ll Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo), di Belitung, Provinsi Bangka Belitung, Jumat (8/10).

“Melalui Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia, saya berharap kita semua dapat semakin memperkuat kerja sama dan hubungan kemitraan pemerintahan daerah kepulauan dan pesisir," kata Zainal, di Belitung, Jumat.

Hal tersebut sebagai penghubung dengan pemerintah pusat dan industri, baik dalam maupun luar negeri.

Dia mengatakan bahwa saat ini kondisi Kaltara sebagai wilayah yang strategis secara geografis yang berbatas darat langsung dengan negara lain, namun juga berisiko jika tidak ditangani dengan benar.

“Pulau-pulau terluar dapat berfungsi ganda yakni sebagai fungsi pertahanan dan keamanan serta fungsi ekonomi," kata Zainal. Berupa peluang untuk dikembangkan sebagai wilayah industri berbasis sumber daya seperti perikanan, pariwisata bahari, dan industri.

Gubernur Kaltara menambahkan, dari segi ekologi, Indonesia memiliki peran sebagai pengatur iklim global dengan luas hutan jutaan hektare. Sebagai contoh di Kaltara, Indonesia memiliki Taman Nasional Kayan Mentarang.

“Dengan luas jutaan hektare, jika dikelola secara maksimal dapat menjadi sumber energi alternatif dan sistem penunjang lainnya,” kata Gubernur Kaltara itu pula.

Zainal juga mengingatkan posisi strategis Indonesia sebagai negara kepulauan yang diapit oleh dua benua dan dua samudra.

Dia mengajak semua pihak dapat melakukan konsolidasi organisasi dan meneguhkan Indonesia sebagai Archipelagic State (Negara Kepulauan) terbesar di dunia.

“Semoga melalui munas II ini kita dapat mewujudkan kedaulatan, pertahanan dan keamanan, menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan dan pesisir seluruh Indonesia," katanya pula.

Pembukaan kegiatan Munas II Aspeksindo diselenggarakan di atas Kapal Perang KRI Semarang-594 sebagai bentuk kolaborasi Aspeksindo dengan TNI Angkatan Laut (AL) serta upaya untuk membentuk kultur maritim. Kegiatan diselenggarakan pada 8-10 Oktober 2021.
Baca juga: Desa di perbatasan Kaltara - Malaysia dialiri listrik PLN
Baca juga: Kaltara miliki Badan Pengelola Perbatasan Negara

Pewarta: Susylo Asmalyah
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pemprov NTB akomodasi 1.100 UKM di ajang MotoGP

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar