KBRI Tokyo teken komitmen hibah kendaraan dari Toyota untuk Sulsel

KBRI Tokyo teken komitmen hibah kendaraan dari Toyota untuk Sulsel

Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi (kiri) pada Kamis (7/10/2021) menandatangani komitmen hibah pengiriman 11 unit kendaraan pemadam kebakaran dan enpat unit ambulans untuk Sulawesi Selatan dari Ehime Toyota Motor. ANTARA/HO-KBRI Tokyo.

Jakarta (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo pada Kamis (7/10) menandatangani komitmen hibah pengiriman 11 unit kendaraan pemadam kebakaran dan empat unit ambulans untuk Sulawesi Selatan dari Ehime Toyota Motor.

Acara penandatanganan itu dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi dan Konsul Jenderal (Konjen) RI Osaka Diana Sutikno, menurut keterangan KBRI Tokyo yang diterima di Jakarta, Sabtu.

"Saya mengapresiasi komitmen hibah dari Ehime Toyota Motor ini. Kerja sama ini ke depannya dapat ditingkatkan antara lain dengan memberikan pelatihan kepada para petugas layanan publik Indonesia agar dapat lebih memahami sistem manajemen kebencanaan yang dimiliki Jepang," kata Dubes Heri.

Menurut KBRI Tokyo, Ehime Toyota Motor selama 10 tahun terakhir telah memberikan hibah lebih dari 200 kendaraan layanan publik ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Makassar dan Bandung.

Dubes Heri saat bertemu dengan Gubernur Prefektur Ehime Tokihiro Nakamura membahas realisasi komitmen kerja sama sister province antara Ehime dan Sulawesi Selatan. Kesepakatan itu ditandatangani pada Desember 2020.

"Saya harapkan kerja sama antara Pemerintah Prefektur Ehime dengan Indonesia dapat lebih diperkuat lagi dengan fokus pada program peningkatan kapasitas sumber daya manusia," ujar Dubes Heri.

Baca juga: Jepang hibahkan 13 unit mobil damkar dan ambulance untuk Sulsel

Gubernur Nakamura berharap lebih banyak lagi pelajar dan pekerja terampil Indonesia yang datang ke Ehime.

"Indonesia adalah sahabat dekat bagi masyarakat Ehime. Saya berkomitmen untuk lebih meningkatkan kerja sama yang telah disepakati, khususnya dalam bidang budi daya ikan dan ketenagakerjaan," kata Nakamura.

Selain itu, Dubes  juga bertemu dengan Rektor Ehime University Hiroshige Nishina. Keduanya membahas upaya untuk mendorong program pertukaran mahasiswa, pelatihan tenaga kerja terampil dan riset bersama.

Heri dan Nishina membicarakan cara-cara untuk lebih meningkatkan sasaran program yang melibatkan enam perguruan tinggi, Six University Initiative Japan–Indonesia (SUIJI).

"Ke depannya, program SUIJI dapat juga menyasar program undergraduate yang dapat meningkatkan saling pemahaman antara generasi muda Indonesia dan Jepang," ucap Heri.

Keenam universitas program SUIJI itu adalah Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Hasanuddin dari Indonesia serta Ehime University, Kagawa University, dan Kochi University dari Jepang.

Selama ini, konsorsium enam universitas tersebut mewadahi kerja sama pertukaran pelajar Indonesia ke Jepang untuk program magister dan doktoral.

Baca juga: KBRI Tokyo fasilitasi "sister school" Indonesia-Jepang

Baca juga: Pemprov Sulsel dorong investor Jepang lewat "sister province"


 

KBRI Tokyo belajar pembuatan Shibori sambil promosi batik 

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar