PON Papua

Jawa Barat kawinkan medali emas perahu naga 1.000 meter

Jawa Barat kawinkan medali emas perahu naga 1.000 meter

Foto udara suasana venue dayung PON Papua di Teluk Youtefa, Kota Jayapura, Papua, Jumat (17/9/2021). Tim dayung dari sejumlah daerah mulai berlatih di venue dayung bertaraf Internasional tersebut menjelang tanding di PON Papua. ANTARA FOTO/Gusti Tanati/wsj.

Jayapura (ANTARA) - Tim Jawa Barat mengawinkan medali emas cabang olahraga dayung nomor Traditional Boat Race (TBR)/perahu naga jarak 1.000 meter putra dan putri PON XX Papua dalam final pertama yang berlangsung di Teluk Youtefa, Kota Jayapura, Sabtu.

Medali emas pertama diraih tim perahu naga putri setelah menjadi yang tercepat di lintasan tiga dengan catatan waktu 4 menit 45,775 detik.

Persaingan ketat justru terjadi untuk memperebutkan medali perak antara Sulawesi Tenggara dan Papua. Sultra unggul sepersekian detik dengan catatan waktu 4 menit 49,636 detik dan tuan rumah di posisi ketiga finis dengan catatan waktu 4 menit 49,723 detik.

Sementara emas kedua Jabar diraih lewat Andri Agus Mulyana dan kawan-kawan usai mencatatkan waktu 4 menit 20,728 detik. Medali perak diraih tim dayung Kalimantan Tengah (4 menit 23,648 detik). Sementara medali perunggu menjadi milik Banten dengan catatan waktu 4 menit 24,206 detik.

Kapten tim perahu naga Jawa Barat Andri Agus Mulyana mengatakan perolehan medali emas ini merupakan buah dari latihan berkelanjutan selama dua tahun terakhir.

Menurutnya, Papua memiliki karakteristik yang berbeda ketimbang lokasi pemusatan latihan di Pulau Jawa.

Cuaca panas menjadi tantangan tersendiri bagi Jabar yang notabene kerap menggelar TC di lokasi berudara dingin.

Kendati demikian, semangat untuk membawa Jawa Barat menjadi juara umum menggelora hingga akhirnya mampu mempersembahkan kembali pundi-pundi emas.

"Senang, alhamdulillah, proses kita persiapan PON selama dua tahun membuahkan hasil yang maksimal bagi Jawa Barat, tentu sangat bangga bagi kami," ujar Andri.

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dampak ekonomi PON & Peparnas capai Rp1,6 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar