Sudah 64 dokter di Jateng meninggal akibat COVID-19

Sudah 64 dokter di Jateng meninggal akibat COVID-19

Ilustrasi - Wali Kota Metro Wahdi Siradjuddin bersama PNS dan tenaga medis melakukan shalat jenazah dr. Soeradi Soedjarwo Sp.S. di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro, Senin (30/8/2021). ANTARA/HO-Kominfo Kota Metro/aa. (ANTARA/HO-Kominfo Metro)

Semarang (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo menyatakan sudah 64 dokter di provinsi itu meninggal dunia akibat COVID-19 sejak awal pandemi hingga saat ini.

"Total ada 128 tenaga kesehatan, 64 orang di antaranya merupakan dokter umum dan dokter spesialis," kata Yulianto saat pelantikan pengurus IDI wilayah Jawa Tengah di Semarang, Sabtu.

Menurut dia, secara keseluruhan terdapat 10.800 tenaga kesehatan yang terkonfirmasi COVID-19 sejak awal pandemi hingga saat ini.

Dari jumlah tersebut, 2.216 orang di antaranya merupakan dokter.

Baca juga: Dokter RSUD Metro meninggal dunia terinfeksi COVID-19

Baca juga: Balikpapan kehilangan satu dokter lagi


"Itu data dirawat, jumlahnya diperkirakan lebih banyak lagi kalau ditambah yang tidak dirawat di rumah sakit," tambahnya.

Saat ini, menurut dia, kondisi kasus COVID-19 di Jawa Tengah sudah cukup landai.

Dari rata-rata jumlah mencapai 35 ribu kasus per hari pada Juli 2021 lalu, kata dia, saat ini hanya mencapai 1.500 kasus per hari.

Jumlah keterisian tempat tidur serta ruang gawat darurat rumah sakit pada Juli lalu, lanjut dia, sudah mencapai 90 persen.

"Saat ini keterisian tuang ICU rumah sakit sekitar 7,5 persen, sedangkan ruang isolasi hanya 3 persen," katanya.

Meski demikian, menurut dia, ancaman terjadinya gelombang ketiga COVID-19 masih ada.

"Negara tetangga kita, Singapura, dan hampir semua negara Eropa sudah mengalami gelombang ketiga," tambahnya.

Oleh karena itu, ia mengharapkan dukungan dari IDI sebagai wadah profesi dokter di Indonesia untuk selalu membantu dalam mengatasi pandemi ini.

Sementara itu, Ketua Umum IDI Daeng M.Faqih mempersilakan pemerintah daerah memanfaatkan jajaran di organisasi profesi itu untuk membantu penanganan COVID-19.

"Perlu upaya bersama untuk bahu membahu mengatasi COVID-19," katanya.*

Baca juga: IDI Bali: 11 dokter meninggal karena COVID, 65 orang jalani isolasi

Baca juga: Satu lagi dokter di Kotim wafat setelah terpapar COVID-19

Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar