Ketua DPD RI ajak ulama sosialisasikan pentingnya amendemen kelima

Ketua DPD RI ajak ulama sosialisasikan pentingnya amendemen kelima

Ketua DPD RI bersama sejumlah anggota DPD RI saat mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Ar-Roudhoh pimpinan Habib Mahdi Asegaf Syababul Kheir di Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/10/2021). ANTARA/HO-DPD RI

Sebagai warga negara, saya yakin banyak yang ingin berkontribusi terhadap kemajuan bangsa ini, tak terkecuali dari kalangan ulama.
Jakarta (ANTARA) -
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengajak ulama untuk ikut menyosialisasikan pentingnya amendemen kelima konstitusi.

LaNyalla menyampaikan hal itu saat mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Ar-Roudhoh pimpinan Habib Mahdi Asegaf Syababul Kheir di Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/10) malam.
 
Dalam silaturahmi itu, LaNyalla memaparkan urgensi amendemen ke-5 UUD NRI Tahun 1945 dan pentingnya peran ulama untuk ikut andil membangun negeri.
 
Dalam kunjungan ini, LaNyalla ditemani anggota DPD RI asal Lampung Bustami Zainudin, Tamsil Linrung (Sulawesi Selatan), Sekretaris Jenderal DPD RI Rahman Hadi, Deputi Administrasi DPD RI Lalu Niqman Zahir, dan lainnya.
 
Di Ponpes Ar-Roudhoh, rombongan anggota DPD RI disambut Habib Mahdi Assegaf dan K.H. Abah Raodl Bahar Bakry.
 
Dalam perbincangannya, LaNyalla menilai peran ulama begitu penting dalam proses mempertahankan keutuhan dan membangun kemajuan bangsa.
 
"Maka dari itu, saya mengharapkan peran ulama dalam hal menjaga keutuhan dan mendorong kemajuan bangsa bisa seirama dengan apa yang diperjuangkan DPD RI," kata LaNyalla dalam siaran persnya di Jakarta, Sabtu.
 
Ia menyebut salah satu peran ulama dalam memajukan bangsa dengan ikut melakukan sosialisasi amendemen ke-5 konstitusi yang kini tengah diperjuangkan oleh DPD RI.
 
Anggota DPD RI asal Jawa Timur itu menjelaskan bahwa ulama memiliki peran penting dalam melakukan pencerahan kepada umat dan masyarakat di lapisan bawah.
 
"Masyarakat harus mendapatkan edukasi terkait dengan rencana amendemen ke-5. Saya berharap para ulama bisa menyampaikan kepada jemaah dan masyarakat luas untuk memberikan pencerahan betapa strategisnya amendemen kelima konstitusi," tutur LaNyalla.
 
Dikatakan pula bahwa amendemen kelima konstitusi bukan hanya kepentingan DPD RI, melainkan jauh daripada itu untuk memperjuangkan hak konstitusional masyarakat sebagai warga negara.
 
Menurut dia, siapa pun berhak untuk berkontribusi terhadap perbaikan nasib bangsa.
 
"Sebagai warga negara, saya yakin banyak yang ingin berkontribusi terhadap kemajuan bangsa ini, tak terkecuali dari kalangan ulama," ujarnya.

Namun, lanjut dia, ada hal-hal yang membuat kontribusi tersebut sulit tersalurkan. Maka, amendemen kelima konstitusi ini adalah upaya mengoreksi arah perjalanan bangsa sebagaimana dicita-citakan oleh para pendiri bangsa.
 
Habib Mahdi Assegaf sependapat dengan pernyataan LaNyalla.
 
Dia mendukung penuh kiprah tokoh yang memang dikenal dekat dengan kalangan ulama tersebut dalam memperjuangkan amendemen kelima konstitusi.
 
Menurut dia, sudah saatnya ulama diberikan peran yang luas untuk ikut membangun bangsa ini bersama-sama.
 
"Insyaallah, kami siap men-support perjuangan beliau (LaNyalla). Sosialisasi tidak hanya di kalangan masyarakat, tetapi juga di kalangan para ulama dan habaib, bagaimana kami bisa menyatukan gerak langkah seiring seirama dengan perjuangan Pak LaNyalla di parlemen," tutur Habib Mahdi.

Baca juga: Membangun budaya di tengah konflik konstitusional

Baca juga: Timbul tenggelam wacana perpanjangan masa jabatan Presiden
 

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Anak perkawinan campuran, "statelessness" dan warga negara ganda

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar