PON Papua

Pelatih DKI Jakarta sebut raihan emas basket putra sesuai prediksi

Pelatih DKI Jakarta sebut raihan emas basket putra sesuai prediksi

Pebasket putra DKI Jakarta memperlihatkan medalinya usai pertandingan final basket putra 5x5 PON Papua di GOR Mimika Sport Centre, Kabupaten Mimika, Papua, Sabtu (9/10/2021). Tim basket putra DKI Jakarta meraih medali emas, sementara Sulawesi Utara mendapat medali perak dan medali perunggu diraih Jawa Timur. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/pras.

Kuncinya, kami bekerja sama
Mimika (ANTARA) - Pelatih tim bola basket putra DKI Jakarta Tondi Raja Syailendra menyebut keberhasilan anak asuhnya meraih medali emas PON XX Papua pada Sabtu, sudah sesuai dengan prediksi.

"Kami sudah memprediksi bahwa kami akan juara di PON ini," ujar Tondi di Mimika Sport Complex, Mimika, Sabtu.

Menurut juru taktik berusia 37 tahun itu, timnya memang disiapkan untuk menjadi yang terbaik di PON Papua.

Para pemain DKI Jakarta sudah ditempa latihan selama sekitar 3,5 tahun sebelum berangkat ke Papua. Target mereka cuma satu, yaitu menjadi juara dan mengulang prestasi pada PON 2008 di Kalimantan Timur.

"Jadi, kemenangan memang harus diambil," tutur Tondi.

Baca juga: Basket putra Jakarta akhiri dahaga 13 tahun, raih emas PON Papua

Tim bola basket putra DKI Jakarta mengakhiri dahaga selama 13 tahun tanpa medali emas PON dengan menjadi yang terbaik di PON XX Papua setelah mengalahkan Sulawesi Utara 72 -57 di partai final, Mimika Sport Complex, Mimika, Sabtu (9/10).

DKI Jakarta terakhir kali merengkuh medali emas basket saat PON 2008 di Kalimantan Timur.

Akan tetapi, meski memenangkan pertandingan final tersebut, Tondi menilai tidak ada yang spesial dari penampilan para pemainnya.

"Tidak ada yang spesial dengan penampilan tim di final. Hanya saja, anak-anak sudah menjalankan instruksi sesuai apa yang sudah dilatih. Laga itu bukan laga terbaik kami di PON Papua ini," kata Tondi.

Sementara point guard DKI Jakarta Yesaya Saudale menyebut bahwa kunci kemenangan timnya atas Sulawesi Utara di partai final adalah kerja sama.

"Kuncinya, kami bekerja sama. Dari awal kami sudah diingatkan untuk menurunkan ego. Kami melakukan apa yang diminta staf pelatih dan mengurangi kesalahan," ujar Yesaya.

Baca juga: Basket putri Jawa Timur rengkuh emas PON Papua setelah taklukkan Bali

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dampak ekonomi PON & Peparnas capai Rp1,6 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar