PON Papua

Merasa gagal, Ketum Podsi Jambi berhenti dari jabatannya

Merasa gagal, Ketum Podsi Jambi berhenti dari jabatannya

Ketua Umum Pengprov Podsi Jambi, Iwan Hendrawan yang berhenti dari jabatannya, pasca kegagalan raih emas di PON Papua.(ANTARA/HO)

Saya juga minta maaf kepada pak Gubernur dan Wakil Gubernur, karena gagal memanfaatkan fasilitas yang telah diberikan untuk meraih prestasi
Jambi (ANTARA) - Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (Pengprov PODSI) Jambi, Iwan Hendrawan memilih dan memutuskan untuk berhenti dari jabatannya sebagai ketua umum.

"Sebagai bentuk pertanggungjawaban dan kegagalan saya membina dalam memenuhi target meraih tiga medali emas PON XX Papua, saya yang memimpin dan bertanggungjawab di cabang olahraga dayung Jambi menyatakan berhenti dari jabatan Ketua Pengprov PODSI Jambi," kata Iwan Hendrawan, Minggu.

Iwan menambahkan, dia segera mengirimkan surat kepada Sekretaris PB PODSI. Surat tersebut juga akan ditembuskan ke Ketua Umum PB PODSI, Gubernur Jambi, serta Kapolda Jambi, Kajati Jambi, dan Danrem 042/Gapu selaku pembina.

Baca juga: Tim dayung Jambi sumbang empat perak dan empat perunggu di PON Papua

Iwan juga minta maaf kepada seluruh masyarakat Provinsi Jambi, karena cabang dayung gagal menyumbangkan medali emas di PON XX Papua.

"Saya juga minta maaf kepada pak Gubernur dan Wakil Gubernur, karena gagal memanfaatkan fasilitas yang telah diberikan untuk meraih prestasi," katanya.

Ke depan, Iwan berharap agar olahraga dayung Jambi bisa semakin maju. Selain itu ia juga berharap kepengurusan baru nantinya bisa benar-benar mengelola organisasi PODSI Jambi dengan baik.

"Semoga kepengurusan baru nanti bisa tegas mendudukkan fungsi dan tugas pelatih, atlet dan lainnya," kata Iwan Hendrawan.

Baca juga: Jambi raih perak kano single putri
Baca juga: Dayung Jambi tambah dua perunggu di PON Papua
Baca juga: Kayak single putra Jambi dapat perak



 

Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dampak ekonomi PON & Peparnas capai Rp1,6 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar