PON Papua

Raih tiga emas, tim gulat Jatim separuh jalan menuju target

Raih tiga emas, tim gulat Jatim separuh jalan menuju target

Pegulat putri Jatim Varadisa (tengah) bersama pegulat Jambi Indri (kiri) dan pegulat Kalsel Natrusnicu Roxana memperlihatkan medalinya saat upacara penghormatan pemenang nomor gaya bebas kelas 76 kg PON XX Papua di GOR Futsal Dispora, Kabupaten Merauke, Papua, Minggu (10/10/2021). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/YU

Merauke (ANTARA) - Tim gulat Jawa Timur hingga kini telah meraih tiga medali emas dan tinggal separuh jalan menuju target yang dicanangkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Tiga medali emas tim gulat Jatim seluruhnya dipersembahkan para pegulat putri yang telah merampungkan tugasnya di GOR Futsal Dispora, Merauke, Minggu.

Diawali Shintia Eka Arfenda yang membuka keran medali emas Jatim setelah mengalahkan jagoan Jawa Barat Anissa Safitria pada nomor gaya bebas kelas 50 kilogram, disusul Candra Marimar menyumbang medali emas kedua dengan menundukkan Eka Setiawati (Jabar) pada hari pertama.

Sedangkan emas ketiga gulat Jatim didapat melalui Varadisa Septi yang berlaga di kelas 76 kilogram dengan kemenangan cepat atas Indri Sukmaningsih asal Jambi.

"Hari ini kami meraih emas ketiga dari target enam yang dibebankan oleh KONI Jatim," kata pelatih kepala gulat Jatim Rakhman.

"Kami membawa 17 atlet, sementara yang main baru enam orang. Masih ada 11 yang belum main. Insya-Allah kami bisa memberikan yang lebih (dari target) kalau bisa," katanya.

Tim gulat Jabar menempati peringkat kedua dengan perolehan dua medali emas yang disumbang Dewi Atiya (57 kg) dan Kharisma Tantri Herlina (62 kg)

Sedangkan Banten mencuri satu medali emas dari enam kelas putri lewat kemenangan Desi Sinta di kelas 68 kilogram.

Setelah seluruh kelas gaya bebas putri rampung, cabang olahraga gulat yang digelar hingga 14 Oktober menyisakan nomor gaya bebas putra dan gaya Greco-Roman, yang khusus diikuti oleh para pegulat putra dengan mempertandingkan 12 nomor.

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dampak ekonomi PON & Peparnas capai Rp1,6 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar