PON Papua

Ulangan final 2016 tersaji di tinju kelas bulu putri

Ulangan final 2016 tersaji di tinju kelas bulu putri

Petinju putri Papua Barat Merlin Tomatala (kanan) bertanding dengan petinju Papua Hana Kendi (kiri) pada babak penyisihan tinju kelas terbang ringan putri 45-48 Kg PON Papua di GOR Cendrawasih, Jayapura, Papua, Selasa (5/10/2021). ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/YU

Jayapura (ANTARA) - Partai final cabang olahraga tinju kelas bulu putri (54-57 kg) PON 2016 Jawa Barat akan berulang di PON XX Papua, setelah juara bertahan maupun peraih medali perak sama-sama melenggang dari babak semifinal di GOR Cendrawasih, Kota Jayapura, Minggu.

Petinju asal Papua Barat Christina Marwam Jembay yang pada PON 2016 menyabet medali emas, melenggang ke partai final PON Papua seusai melewati wakil tuan rumah Maria Gebze.

Bertarung tiga ronde penuh, Christina dinyatakan menang angka mutlak 5-0 atas Maria setelah seluruh hakim memberi skor 30 kepada petinju berusia 32 tahun tersebut.

Keberhasilan menembus final membuka kesempatan bagi Christina untuk kembali memenangi medali emas kelas bulu, seperti yang diraih pada PON 2016 Jabar.

Yang pasti, Christina bakal menambah koleksi medalinya, mengingat ia juga pernah mendapatkan perunggu PON 2012 di kelas bantam.

Lawan Christina di final adalah Silpa Lau Ratu asal Kalimantan Selatan, yang juga ia kalahkan di partai pemungkas kelas bulu putri PON 2016 Jabar.

Silpa juga membukukan kemenangan angka mutlak 5-0 dalam pertandingan semifinal setelah bertarung tiga ronde menghadapi petinju Jawa Barat Viska Defri Bambuta.

Langkah Silpa ke final membuka kesempatan baginya menajamkan raihan medali perak kelas bulu putri yang ia raih di PON 2016 Jabar, sekaligus membalaskan kekalahan dari Christina.

Sementara itu, Maria dan Viska menyumbangkan raihan medali perunggu bersama bagi kontingen Papua dan Jabar setelah tergenti di semifinal.

Rangkaian pertandingan final 10 kelas kategori putra dan tujuh kelas kategori putri cabang olahraga tinju yang memperebutkan 17 medali emas dijadwalkan berlangsung pada Rabu (13/10).

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dampak ekonomi PON & Peparnas capai Rp1,6 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar