PON Papua

Round-up -Pemecahan rekor atletik dan aroma persaingan di kolam renang

Round-up -Pemecahan rekor atletik dan aroma persaingan di kolam renang

Atlet Sumatera Barat Rafika Putra berpose dengan medalinya saat pengalungan medali nomor Lontar Martil Putra PON Papua di Stadion Atletik Mimika Sport Center, Kabupaten Mimika, Papua, Minggu (10/10/2021). ANTARA FOTO/Novrian Arbi/YU.

Jayapura (ANTARA) - Pertandingan hari kedelapan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 Papua, yang dihitung setelah acara pembukaan pada 2 Oktober lalu, diwarnai dua pemecahan rekor PON di lintasan atletik yang berlangsung di GOR Mimika Sport Complek, Minggu.

Pemecahan rekor tersebut terjadi di nomor lari 400 meter gawang putra, serta nomor lempar martil putra.

Yang cukup unik, terdapat tiga atlet sekaligus yang memecahkan rekor PON di nomor 400 meter tersebut, yaitu Halomoan Edwin Binsar Simanjuntak dari Jawa Barat, dan M. Khairuddin Syahputra dari Sumatera Utara dan Andrian dari Nusa Tenggara Barat (NTB).

Halomoan merebut medali emas sekaligus memecahkan rekor dengan catatan waktu 51,33 detik, disusul M. Khairuddin Syahputra (51,75 detik) dan Andrian (51,77 detik).

Rekor PON nomor 400 meter gawang putra sebelumnya dipegang oleh Andrian dengan catatan waktu 51,83 detik yang dia torehkan pada PON XIX Jawa Barat 2016 dan dengan demikian, Andrian berhasil mempertajam catatan waktunya di pesta olahraga nasional empat tahunan itu.

Sementara bagi Halomoan, meski dirinya berhasil mendulang medali emas, tetapi pria 20 tahun itu gagal memecahkan rekor nasional atas namanya sendiri dengan waktu 50,81 detik yang dia cetak pada SEA Games 2019 Filipina.

Sementara rekor PON di nomor lontar martil putra dipecahkan atlet Sumatera Barat Rafika Putra yang mencatat lontaran sejauh 54,05 meter. Capaian ini memecahkan catatan rekor PON yang dipegang atlet DKI Jakarta Ardiansyah Apandi dengan lontaran sejauh 52,28 meter yang ditorehkan pada PON 2016 Jawa Barat.

"Perlombaan tadi sangat menegangkan. Saya sempat kena dis empat kali, cuma bisa masuk lemparan dua kali, di lemparan pertama dan kelima," kata Rafika usai pertandingan.

Namun, Rafika Putra gagal memenuhi target pribadi untuk memecahkan rekor nasional milik Dudung Suhendi dengan lontaran sejauh 55,96 meter yang dicetak pada Kejuaraan Nasional Atletik tahun 2011.

"Targetnya memang pecah rekor. Ini kan pecah rekor PON, tapi targetnya adalah pecah rekor nasional," katanya menambahkan.

Persaingan di kolam renang

Sementara itu aroma persaingan antara Jawa Timur dan Jawa Barat mulai tercium di kolam renang PON 2021 Papua ketika kedua kontingen sama-sama merebut dua emas dari enam nomor final yang dipertandingkan di Arena Akuatik Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Sabtu.

Pertarungan ketat di kolam renang tersebut seakan menggambarkan persaingan kedua kontingen untuk memperebutkan gelar sebagai kontingen dengan perolehan medali emas terbanyak.

Nurul Fajar Fitriyati membuka perlombaan hari pertama dengan perolehan emas pada nomor nomor 200 meter gaya punggung putri dengan catatan waktu 2 menit 19,78 detik.

Selanjutnya emas kedua Jatim dipersembahkan pada nomor estafet 4x200 meter gaya bebas putri. Kuartet perenang Jatim, yakni Adinda Larasati, Izzi Dwifaiva, Ressa Kania Dewi, dan Patrisia Yosita Hapsari membukukan waktu tercepat dengan 2 menit 07,37 detik.

Sementara saingat terdekat kontingen Jawa Barat juga merebut medali terbanyak pada hari pertama cabang olahraga renang itu, yaitu dua emas dan satu perunggu.

Medali emas kontingen Bumi Pasundan diraih masing-masing melalui Triadi Fauzi Sidiq pada nomor 50 meter gaya bebas putra dan Aflah Fadlan Prawira pada nomor 400 meter gaya ganti perorangan putra.

Dua emas tersisa diraih Riau melalui Azzahra Permatahani pada nomor 400 meter gaya ganti putri, serta tuan rumah Papua melalui Farrel Armandio Tangkas di nomor 200m gaya punggung putra.

Secara keseluruhan, kontingen juara bertahan Jawa Barat semakin kokoh di peringkat teratas pengumpuan medali sementara dengan 83 emas, 68 perak dan 73 perunggu, semakin jauh meninggalkan pesaing terdekat Jawa Timur dengan 74 emas, 62 perak 57 perunggu.

DKI Jakarta, kekuatan utama lainnya, menempel ketat di urutan ketiga dengan 71 emas, 59 perak dan 71 perunggu, sementara tuan rumah Papua terpaut sepuluh emas dari DKI Jakarta dengan 61 emas, 33 perak dan 37 perunggu.

Persaingan antara empat kontingen di peringkat teratas tersebut diperkirakan akan semakin ketat mengingat beberapa cabang yang menyediakan banyak medali masih belum menyelesaikan seluruh nomor final seperti akuatik, atletik, pencak silat dan karate.

Berikut peringkat sementara sepuluh besar perolehan medali PON 2021 Papua pada Minggu (emas, perak, perunggu) berdasarkan data PB PON 2021:
1.Jawa Barat 83 68 73
2.Jawa Timur 74 62 57
3.DKI Jakarta 71 59 71
4.Papua 61 33 61
5.Jawa Tengah 18 32 37
6.Bali 16 13 24
7.Riau 14 17 15
8.Kalimantan Timur 11 24 29
9.NTB 8 6 4
10.Lampung 8 5 5

Pewarta: Atman Ahdiat
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dampak ekonomi PON & Peparnas capai Rp1,6 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar