PON Papua

Duel final tinju kelas bantam putra pertemukan dua Yulius

Duel final tinju kelas bantam putra pertemukan dua Yulius

Petinju Bali Yulius Bria (merah) melayangkan pukulan ke arah petinju Jawa Barat Simon Makerawe dalam pertandingan semifinal kelas bantam putra PON Papua di GOR Cendrawasih, Kota Jayapura, Senin (11/10/2021). (ANTARA/Gilang Galiartha)

Jayapura (ANTARA) - Dua atlet yang sama-sama memiliki nama Yulius bertemu di partai final tinju kelas bantam putra (52-56 kg) Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua seusai rangkaian pertandingan babak semifinal di GOR Cendrawasih, Kota Jayapura, Senin.

Yulius pertama adalah Yulius Bria yang mewakili Bali dan sukses menyisihkan petinju Jawa Barat Simon Makerawe dengan kemenangan angka dalam pertarungan tiga ronde penuh.

Yulius Bria tampil lebih rapih dalam melancarkan serangan maupun menggalang pertahanannya sendiri, yang mampu menangkis upaya pukulan dari Simon Makerawe.

Baca juga: Ulangan final 2016 tersaji di tinju kelas bulu putri

Di sisi lain, Simon Makerawe juga tampak kurang sabar dalam melakoni pertarungan dan kerap serampangan dalam melayangkan pukulan, yang sebagian besar hanya menemui angin.

Putusan kemenangan angka sempat diprotes oleh salah seorang tim pelatih Jabar, yang melemparkan botol plastik minuman kemasan ke atas ring, tetapi petugas pengamanan bergerak cepat untuk mencegah insiden itu membesar.

Baca juga: Petinju Jabar tumbangkan juara bertahan kelas ringan putra

Yulius kedua yang lolos ke final tinju kelas bantam putra PON Papua adalah Yulius Frando Lumoly dari Maluku.

Yulius Frando juga melangkah ke final berbekal kemenangan angka atas petinju Nusa Tenggara Timur Lucky Mira Agusto Hari setelah melewati pertarungan ketat selama tiga ronde penuh.

Duel dua Yulius akan menjadi satu dari 17 pertandingan final cabang olahraga tinju PON Papua yang dijadwalkan berlangsung di GOR Cendrawasih, Rabu (13/10).

Sementara itu, Simon Makerawe dan Lucky Mira harus puas hanya menyumbangkan medali perunggu bersama untuk kontingen Jabar dan NTT.

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dampak ekonomi PON & Peparnas capai Rp1,6 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar