PON Papua

Papua ajukan protes resmi ke dewan juri senam aerobik

Papua ajukan protes resmi ke dewan juri senam aerobik

Atlet senam Papua Grace Lois Maicel Samsanoy beraksi pada final senam aerobik perorangan putri PON Papua di Istora Papua Bangkit, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (11/10/2021). ANTARA FOTO/Zabur Karuru/wsj. (ANTARA FOTO/ZABUR KARURU)

Jayapura (ANTARA) - Tuan rumah Papua secara resmi mengajukan protes ke dewan juri senam aerobik setelah merasa dirugikan dalam pertandingan nomor perorangan untuk PON XX Papua yang dilangsungkan di Istora Papua Bangkit, Kabupaten Jayapura, Senin.

"Dalam hal ini kita menunggu hasil surat protes yang dilayangkan ke dewan hakim," kata Asisten Pelatihan tim senam aerobik Papua Walter Sudin.

Walter mengatakan, protes keras terjadi karena pada saat tim pelatih ingin menyampaikan surat keberatan, tim juri justru melangkah pergi meninggalkan lokasi penjurian.

Setelah berdiskusi dengan perwakilan dewan juri dan juga KONI Papua, akhirnya sampailah pada keputusan protes tetap dilayangkan secara resmi.

Untuk itu, seluruh kegiatan dan hasil dari pertandingan ditunda terlebih dahulu agar surat keberatan yang resmi itu bisa ditanggapi dan dipelajari sesuai aturan yang berlaku.

"Menunggu hasilnya maka upacara pemberian medali ditunda," ujar Walter.

Sebelumnya, protes keras sempat mewarnai kelangsungan kompetisi senam aerobik karena diduga adanya pengurangan nilai. Akhirnya kejadian tersebut menunda berlangsungnya Upacara Pemberian Medali.

Hasil akhir pun belum dirilis secara resmi oleh panitia pelaksana dan akan diumumkan besok berbarengan dengan pemberian medali untuk dua nomor lainnya yang belum dipertandingkan.

Pada Senin, terdapat dua nomor yang dipertandingkan, yaitu nomor perorangan putri dan perorangan putra.

Baca juga: KONI Papua imbau protes dari kontingen agar diajukan sesuai aturan
Baca juga: Ada protes keras, penyerahan medali senam aerobik PON Papua ditunda
Baca juga: Dua nomor senam aerobik PON Papua mulai dipertandingkan

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dampak ekonomi PON & Peparnas capai Rp1,6 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar