Piala Thomas Uber

Ginting gagal sumbang poin pertama untuk Indonesia saat jumpa Thailand

Ginting gagal sumbang poin pertama untuk Indonesia saat jumpa Thailand

Anthony Sinisuka Ginting dalam sesi latihan jelang kejuaraan Piala Sudirman 2021 di di Energia Areena, Vantaa Finlandia, Jumat (24/9/2021) waktu setempat. ANTARA/HO-Humas PBSI/aa. (Handout Humas PBSI)

Jakarta (ANTARA) - Pebulu tangkis tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting gagal menyumbang angka kemenangan pertama bagi tim Indonesia saat berjumpa dengan Thailand dalam lanjutan laga penyisihan Grup A Piala Thomas, Senin malam WIB.

Bertempat di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Ginting yang merupakan pemain peringkat kelima dunia itu ditumbangkan oleh Kantaphon Wangcharoen dalam tiga gim dengan skor 21-16, 22-24, 23-25 dalam waktu 1 jam 27 menit.

Pertarungan kedua pemain itu pada gim pertama berlangsung sengit. Ginting dan Wangcharoen saling berebut angka sejak awal permainan, dan mereka imbang 4-4.

Baca juga: Indonesia waspadai Thailand pada laga penyisihan Grup A Piala Thomas

Setelah itu, pemain asal Negeri Gajah Putih itu berbalik unggul dan memimpin hingga 9-8. Mereka lagi-lagi imbang 9-9 dan berkejaran sesudahnya, bergantian memimpin angka.

Namun selepas poin 15-15, Ginting melepaskan pukulan-pukulan keras dengan arah bola yang tidak terprediksi lawan, sehingga ia mampu merebut enam poin beruntun dan memenangkan gim pertama dengan skor 21-16.

Masuk gim kedua, permainan Wangcharoen semakin agresif. Ginting memimpin pada awalnya, namun setelah imbang 6-6, pemain Thailand itu membalikkan keadaan.

Tunggal putra peringkat 18 dunia itu terus mengumpulkan poin-poin berikutnya. Sementara Ginting menempel ketat dan tetap bermain dengan tenang.

Keduanya kemudian sama-sama menyentuh angka 20-20 dan tensi permainan semakin terasa, tak ada yang mau menyerah begitu saja. Namun setelah reli panjang yang mendebarkan, Wangcharoen merebut gim kedua dengan kedudukan 24-22.

Baca juga: Indonesia manfaatkan laga lawan Aljazair untuk kenali lapangan

Pada gim penentu, Ginting dan Wangcjharoen sama-sama tampil menyerang dan saling menjebol pertahanan satu sama lain untuk mencuri angka. Mereka kejar-kejaran poin sepanjang pertandingan.

Pola permainan Ginting dengan bola-bola yang susah ditebak itu rupanya dapat dibaca oleh Wangcharoen sehingga ia kian unggul. Namun Ginting masih bisa mengejar hingga match point 20-20.

Reli panjang kembali terjadi, tapi Ginting tak mengubah pola permainannya. Wangcharoen bergerak lebih gesit untuk mengamankan poin-poin akhir sehingga Ginting kembali bertekuk lutut dengan skor penutup 23-25.

Dengan hasil tersebut, maka kedudukan Indonesia saat ini tertinggal sementara 0-1 dari Thailand.

Setelah Ginting, masih ada empat wakil lainnya yang akan memainkan laga penyisihan Grup A Piala Thomas kontra Thailand, yakni ganda putra nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menghadapi Supak Jomkoh/Kittinupong Kedren.

Setelah itu, di partai ketiga Jonatan Christie akan bertarung melawan Kunlavut Vitidsarn.

Kemudian, ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto berhadapan dengan Natthapat Trinkajee/Tanupat Viriyangkura.

Di partai terakhir, tunggal putra Shesar Hiren Rhustavito akan menantang Adulrach Namkul.

Baca juga: Pasangan anyar Leo/Daniel sempurnakan kemenangan Indonesia 5-0

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Penantian 19 tahun, Indonesia juara Thomas Cup 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar