Wall St tutup sesi fluktuatif lebih rendah, tunggu laporan laba emiten

Wall St tutup sesi fluktuatif lebih rendah, tunggu laporan laba emiten

Ilustrasi - Para pialang sedang bekerja di lantai Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. ANTARA/Reuters/pri.

New York (ANTARA) - Wall Street lebih rendah pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB), setelah sesi yang fluktuatif karena investor menjadi gelisah saat menunggu dimulainya musim pelaporan keuangan perusahaan kuartal ketiga.

Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 250,19 poin atau 0,72 persen, menjadi menetap di 34.496,06 poin. Indeks S&P 500 merosot 30,15 poin atau 0,69 persen, menjadi berakhir di 4.361,19 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 93,34 poin atau 0,64 persen, menjadi ditutup pada 14.486,20 poin.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah negatif, dengan sektor layanan komunikasi dan utilitas masing-masing merosot 1,45 persen dan 1,34 persen, memimpin kerugian. Sementara itu, sektor real estat dan material naik tipis.

Sektor energi juga berakhir lebih rendah setelah mencapai level tertinggi sejak Januari 2020 pada hari sebelumnya. Harga minyak yang lebih tinggi telah memicu kekhawatiran tentang kenaikan biaya untuk bisnis dan konsumen.

Masalah rantai pasokan dan biaya energi yang lebih tinggi dan hal-hal lain telah memicu kekhawatiran tentang laba perusahaan, yang akan dimulai dengan hasil JPMorgan Chase & Co pada Rabu (13/10/2021).

Indeks membalikkan kenaikan awal setelah tengah hari dan menambah kerugian sebelum penutupan. Saham JPMorgan turun 2,1 persen dan berada di antara beban terbesar di S&P 500 bersama dengan Amazon.com yang turun 1,3 persen.

"Pasar agak berhati-hati memasuki musim (laporan) laba ini," kata Tim Ghriskey, kepala strategi investasi di Inverness Counsel di New York. “Masalah rantai pasokan mungkin berdampak pada pendapatan sejumlah perusahaan dan industri tertentu lebih dari yang lain.”

Sementara periode lain pertumbuhan laba AS yang kuat diperkirakan untuk perusahaan Amerika, pendapatan menjadi sangat penting bagi investor yang khawatir tentang bagaimana gangguan pasokan dan tekanan inflasi akan memengaruhi laba.

Itu bisa menyebabkan lebih banyak volatilitas di Wall Street setelah September yang memar. Analis memperkirakan kenaikan laba 29,6 persen dari tahun ke tahun untuk perusahaan S&P 500 pada kuartal ketiga, menurut data IBES dari Refinitiv pada Jumat (8/11/2021).

Analis memperkirakan beberapa berita laba yang positif. "Jika Anda adalah perusahaan yang lebih besar, Anda dapat mengurangi banyak masalah ini," kata Christopher Harvey, kepala strategi ekuitas di Wells Fargo Securities di New York.

Manajemen “sangat menyadari anggaran mereka dan tidak mengorbankan margin.” Ditambah lagi, permintaan tetap kuat, katanya.

Visa Inc. jatuh 2,2 persen dan Mastercard Inc juga turun 2,2 persen berada di antara hambatan terbesar pada indeks S&P 500.

Di antara saham individu, Southwest Airlines Co anjlok 4,2 persen karena laporan bahwa pihaknya membatalkan setidaknya 30 persen penerbangan terjadwal pada Minggu (10/10/2021).

Volume transaksi di bursa AS mencapai 8,15 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 10,9 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Baca juga: IHSG awal pekan terkoreksi dipicu aksi ambil untung
Baca juga: Saham Inggris untung hari ketiga, indeks FTSE 100 terkerek 0,72 persen
Baca juga: Investor cari mata uang aman, dolar menguat dan melonjak terhadap yen

 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Debat Capres - Pasokan energi harus diselamatkan demi harga stabil

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar