Mendes: Go Borneo perluas pemasaran produk UMKM khas Kaltim

Mendes: Go Borneo perluas pemasaran produk UMKM khas Kaltim

SAMARINDA - Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menghadiri dan memberikan sambutan Launching Gernas Bangga Buatan Indonesia di Samarinda Convention Hall, pada Selasa (12/10/2021). (ANTARA/HO-Kemendes PDTT/Angga)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengatakan Gernas BBI bertema Go Borneo merupakan upaya untuk mengenalkan, mengembangkan, memajukan, dan memperluas pemasaran produk UMKM dan BUMDesa khas Kalimantan Timur.

"Terutama dengan memanfaatkan e-commerce sebagai media pemasaran digital dalam merespons kebiasaan belanja kartu," kata Halim Iskandar saat pencanangan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Kalimantan Timur bertemakan Go Borneo di Samarinda Convention Hall, Kalimantan Timur, Selasa.

Dikutip dari siaran pers, Halim Iskandar mengatakan bagi desa, Go Borneo adalah selaras dengan pencapaian SDGs Desa, terutama Tujuan SDGs Desa ke-8, yakni Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata, diikuti Tujuan SDGs Desa ke-12, yakni Konsumsi dan Produksi Desa Sadar Lingkungan.

Saat ini, Kata Gus Halim, Go Borneo telah mengurasi 8 ribuan mitra binaan UMKM dan BUMDes dan 220 di antaranya telah masuk dalam platfom e-commerce SMEXPO Pertamina yang terdiri atas kategori furnitur sebanyak 2 UMKM, kategori craft (kerajinan) sebanyak 43 UMKM, kategori fashion (gaya busana) sebanyak 56 UMKM, kategori agrobisnis sebanyak16 UMKM dan kategori food & beverage (makanan dan minuman) sebanyak 103 UMKM.

Baca juga: Mendes PDTT optimistis Gernas BBI bangkitkan ekonomi desa
Baca juga: Mendes PDTT: Gernas BBI akselerasi transformasi digital UMKM
Baca juga: Mendes berharap Gernas BBI Samarinda bangkitkan pelaku usaha lokal


"Dalam setahun, UMKM yang tergabung dalam Pertamina SMEXPO memiliki omzet Rp195 juta hingga Rp283 jutaan dan telah memberi kesempatan kerja bagi 1.540 pekerja," kata Gus Halim, sapaan akrabnya.

Jumlah tersebut akan terus bertambah sampai mencapai target 1.000 UMKM tahun ini. Apalagi, Pertamina telah bekerja sama dengan IDEA (Asosiasi Market Place Indonesia) untuk mendorong UMKM onboarding lebih cepat.

"Selain itu, Go Borneo juga membina 4 unit BUMDes yang bermitra dengan offtaker di Kaltim yang melakukan ekspor perdana produk lidi sawit, lidi nipah, dan arang kayu halaban ke Kanada dan Pakistan pada 8 Oktober 2021, masing-masing 1 kontainer, senilai Rp182 juta untuk lidi dan Rp195 juta untuk arang halaban," katanya.

Lebih lanjut, Gus Halim menyampaikan bahwa Kemendes PDTT sebagai penanggung jawab Gernas BBI Kaltim 2021 menerapkan kolaborasi Penthahelix dan telah menjalin kerja sama dengan banyak pihak, swasta, UMKM, dan tentu BUMDes di Kaltim serta mitra pembangunan lainnya.

"Berkat dukungan dari Kementerian lain dan Lembaga, BUMN, Pemda di Kaltim sehingga sudah ada 220 UMKM dan BUMDes di Kaltim masuk platform e-commerce, dan 4 BUMDes mengekspor produknya. Ke depan, pembinaan akan diperluas hingga mencakup sekitar 7.500 pengusaha kecil dan BUMDes lainnya," katanya.

Saat ini, PT Pertamina menjadi kurator UMKM dan BUMDes di Kaltim. Produk-produk hasil kurasi terpampang di platform digital SMEXPO, sementara Bank Indonesia mengunggahnya melalui platform yang dikelolanya.

Sementara, media massa, juga turut ambil bagian, dengan menyebarluaskan berita Go Borneo, usaha kecil dan menengah, serta produk BUMDesa.

"Dengan kolaborasi tersebut, masyarakat akan lebih aware terhadap platform digital, selanjutnya melihat, kemudian membeli, lalu membuat testimoni setelah memanfaatkan produk-produk UMKM dan BUMDes," katanya.

Ia berharap para pelaku ekonomi di Kaltim utamanya BUMDes dan UMKM dapat saling belajar dan mengembangkan usahanya, berorientasi pasar, menghasilkan produk-produk yang dicintai dan digunakan secara luas oleh masyarakat, baik secara nasional, bahkan internasional.

"Dukungan kita semua akan menggumpal menjadi semangat dan motivasi bagi UMKM dan BUMDes untuk terus berkarya, berkreasi, berinovasi, dan beradaptasi sesuai dengan tuntutan keadaan," ujarnya.

"Kekuatan UMKM dan BUMDes akan mempercepat pencapaian Tujuan SDGs Desa dan memupus kemiskinan ekstrem Indonesia. Go Borneo, Bangga buatan Indonesia. Cinta produk Indonesia, gunakan produk UMKM dan BUMDes. Kita percaya, desa bisa," tambah Gus Halim.

Pencanangan Gernas BBI ini langsung dihadiri dan diluncurkan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang didampingi Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar, Menaker Ida Fauziyah dan Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga.

Pewarta: Sigit Pinardi
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Sore

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar