India anjurkan vaksin COVID-19 lokal bagi anak di bawah 12 tahun

India anjurkan vaksin COVID-19 lokal bagi anak di bawah 12 tahun

Arsip - Petugas medis mengisi jarum suntik dengan vaksin COVID-19 Covaxin buatan Bharat Biotech di New Delhi, India, Januari 2021. (ANTARA/Reuters/as)

Bengaluru (ANTARA) - India menganjurkan penggunaan darurat vaksin COVID-19 buatan perusahaan lokal Bharat Biotech pada anak-anak di bawah usia 12 tahun.

Keputusan itu dibuat ketika India mengalihkan fokusnya untuk memvaksin anak-anak, setelah menyuntikkan lebih dari 950 juta dosis vaksin pada orang dewasa dari sekitar 1,4 miliar penduduknya.

Menurut Dr Gagandeep Kang, profesor di Christian Medical College, Vellore, anak-anak dengan penyakit bawaan harus divaksin sesegera mungkin karena kini sudah tersedia vaksin dengan imunogenisitas pada anak-anak dan memiliki basis data keamanan yang besar pada orang dewasa.

Imugenisitas adalah kemampuan suatu substansi dalam memicu respons kekebalan dalam tubuh manusia.

"Bagi anak-anak sehat yang berisiko lebih rendah tertular COVID-19, lebih aman untuk menunggu sampai lebih banyak orang dewasa divaksin," kata Kang.

Bharat Biotech memulai uji coba Covaxin pada anak-anak pada Juni setelah gelombang kedua COVID-19 akibat varian Delta yang menyebabkan sistem perawatan kesehatan di India ambruk.

Baca juga: India izinkan uji coba vaksin Novavax untuk anak usia 7-11 tahun

Data dari kelompok usia 2 hingga 18 tahun telah ditinjau secara menyeluruh oleh Organisasi Pengendalian Standar Obat Pusat dan sebuah komite ahli di bidangnya yang telah memberikan rekomendasi positif, kata perusahaan itu kepada Reuters.

Bharat Biotech belum secara terbuka mengungkap data kemanjuran dan keamanan vaksinnya pada anak-anak.

Covaxin, yang menggunakan virus corona yang tidak aktif dengan penguat kekebalan, merupakan satu di antara tiga vaksin yang digunakan di India untuk memvaksinasi orang dewasa.

Lebih dari 110 juta dosis Covaxin telah didistribusikan dan perusahaan tersebut sedang dalam proses memperoleh izin penggunaan darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tanpa persetujuan WHO, vaksin dua dosis tersebut tidak akan diizinkan untuk digunakan di seluruh dunia.

Sejauh ini, hanya vaksin berbasis DNA dari produsen obat Zydus Cadila yang diizinkan untuk penggunaan darurat pada anak-anak berusia minimal 12 tahun.

Sumber: Reuters
​​​​​​​
Baca juga: Per Oktober anak-anak di India bisa mendapatkan vaksin COVID
​​​​​​​
Baca juga: Bharat Biotech India cari mitra internasional vaksin COVID-19

Penerjemah: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Anton Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Timnas Putri yakin tampilkan yang terbaik di Piala Asia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar