AP I beri diskon "landing fee" bagi penerbangan internasional di Bali

AP I beri diskon "landing fee" bagi penerbangan internasional di Bali

Ilustrasi: Seorang petugas berjalan di area Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Selasa (5/10/2021). Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Bandara Ngurah Rai akan dibuka untuk penerbangan internasional pada 14 Oktober 2021 mendatang. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/foc. (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)

Diharapkan dengan pemberian insentif ini akan meringankan beban maskapai untuk mengaktifkan kembali rute internasional mereka dari dan menuju Bali
Jakarta (ANTARA) - PT Angkasa Pura (AP) I memberikan stimulus atau insentif bagi maskapai nasional maupun asing yang melakukan penerbangan internasional dari dan menuju Bali, guna mendukung pemulihan pariwisata di Pulau Dewata itu seiring rencana pembukaan pintu internasional bagi turis mancanegara.

"Diharapkan dengan pemberian insentif ini akan meringankan beban maskapai untuk mengaktifkan kembali rute internasional mereka dari dan menuju Bali," kata Direktur Utama AP I (Persero) Faik Fahmi dalam keterangannya yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Faik Fahmi menjelaskan pemberian insentif tersebut berupa diskon biaya pendaratan (landing fee) dengan masa pemberian insentif yaitu 14 Oktober 2021 hingga 30 Juni 2022.

Pada periode 14 Oktober hingga 31 Desember 2021 AP I memberikan diskon landing fee sebesar 100 persen dan periode 1 Januari hingga 30 Juni memberikan diskon sebesar 50 persen.

Baca juga: AP I siap layani penerbangan internasional di Bandara Ngurah Rai Bali

Adapun syarat untuk mendapatkan insentif ini harus memenuhi beberapa kriteria  yaitu:
1. Perusahaan yang mengajukan insentif untuk penerbangan rute internasional merupakan Badan Usaha Angkatan Udara dan Perusahaan Angkutan Udara Asing.
2. Penerbangan yang masuk dalam program insentif merupakan penerbangan penumpang regular berjadwal yang telah disetujui oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara berdasarkan Ijin Rute Penerbangan.
3. Penerbangan yang tidak masuk dalam program insentif adalah penerbangan kargo (freighter), general aviation, dan charter.

Faik mengungkapkan dalam catatan penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai tahun 2019 atau masa pra-pandemi, bandara melayani 50 destinasi kota-kota di dunia seperti Incheon, Dubai, Doha, Narita, Istanbul, Sydney, Melbourne dan sebagainya.

"Penumpang internasional bahkan mencapai 13,8 juta orang sepanjang tahun 2019 tersebut. Pesawat terbanyak yang digunakan jenis Boeing 777, Boeing 787 dan Airbus 330," ujarnya.

Ia menambahkan maskapai yang mendapatkan insentif tersebut juga akan dibantu promosi rute penerbangannya di berbagai kanal media elektronik AP I seperti media sosial.

Baca juga: Kemenhub pastikan kesiapan kedatangan internasional Bandara Ngurah Rai

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Jelang G-20, Panglima TNI tinjau Bandara Ngurah Rai

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar