Kemenperin pacu daya saing IKM kerajinan, guna menembus pasar ekspor

Kemenperin pacu daya saing IKM kerajinan, guna menembus pasar ekspor

Plt Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita melakukan secara simbolis pelepasan ekspor produk home décor dari empat IKM sektor kerajinan di Yogyakarta, Selasa (12/10). (ANTARA/ Biro Humas Kementerian Perindustrian)

Kemenperin melalui Ditjen IKMA secara rutin berpartisipasi pada Pameran Ambiente, kecuali tahun 2021 ini karena adanya pandemi COVID-19
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong peningkatan daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar bisa menembus pasar ekspor, salah satunya melalui promosi produk IKM di kancah internasional dengan memfasilitasi kepesertaan mereka pada Pameran Ambiente di Messe Frankfurt, Jerman.

“Perusahaan yang telah mendapatkan fasilitas kepesertaan ini tercatat mampu meningkatkan kinerja ekspornya dan berkesempatan memiliki pasar yang lebih luas dengan menggaet konsumen dari berbagai negara,” kata Plt Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita lewat keterangannya di Yogyakarta, Rabu.

Pameran Ambiente merupakan salah satu ajang bergengsi skala internasional untuk menampilkan produk kerajinan, khususnya home decor, yang diikuti oleh lebih dari 96 negara setiap tahunnya.

“Kemenperin melalui Ditjen IKMA secara rutin berpartisipasi pada Pameran Ambiente, kecuali tahun 2021 ini karena adanya pandemi COVID-19,” ungkap Reni.

Reni menyampaikan hal itu saat melakukan kunjungan kerja di Yogyakarta sekaligus menyaksikan secara langsung pelepasan ekspor produk kerajinan dari empat perusahaan di sektor kerajinan, khususnya home decor, yaitu PT Harmoni Jaya Kreasi, CV Industri Classica Variasi, CV Palem Craft Jogja, dan CV Pandanus Internusa. Keempat perusahaan ini pernah mendapat fasilitasi kepesertaan dari Kemenperin pada Pameran Ambiente.

PT Harmoni Jaya Kreasi merupakan IKM anyaman dari serat alam dan telah mendapat fasilitasi Pameran Ambiente pada tahun 2018-2020. Negara tujuan pasar ekspornya di antaranya adalah ke Perancis, Amerika Serikat, Belanda, Spanyol, Austria, Norwegia, Belgia, Denmark, Afrika Selatan, dan Inggris.

Baca juga: Kemenperin : IKM kerajinan punya potensi besar untuk dikembangkan

Baca juga: Kemenperin lepas ekspor produk kerajinan dari empat IKM Yogyakarta


Berikutnya, CV Industri Classica Variasi (Enclave) adalah IKM kerajinan kayu dan small furniture, yang mengikuti Pameran Ambiente pada tahun 2017-2019. Negara tujuan pasar ekspornya meliputi ke Belanda, Jerman, Hong Kong, Kanada, Tunisia, Swiss, Rusia, Cyprus, India, dan Amerika Serikat.

Sementara itu CV Palem Craft Jogja pernah mendapat fasilitasi Pameran Ambiente pada 2019-2020. IKM ini memproduksi dekorasi berbahan baku serat alam dan limbah.

Negara tujuan ekspornya, antara lain ke Spanyol, Israel, Jerman, Perancis, Denmark, India, Belanda, Turki, Belgia, Chili, Argentina, China dan Amerika Serikat. Untuk kali ini, Palem Craft akan memberangkatkan 16 kontainer ke Spanyol, Perancis, Belgia, Jerman, dan Polandia.

Sedangkan, CV Pandanus Internusa, IKM yang memproduksi dekorasi rumah berbahan anyaman pandan, pernah mengikuti Pameran Ambiente pada 2019-2020. Produknya telah diekspor ke Dubai, India, Jerman, Vietnam, Inggris, Maroko dan Belanda.

Kali ini, Pandanus akan memberangkatkan 10 kontainer ke Jerman dan Amerika Serikat yang dilakukan bertahap sampai akhir bulan dengan menyesuaikan kesediaan kapal dan kontainer.

“Hal ini menunjukkan bahwa IKM kita memiliki daya saing cukup tinggi di pasar global. Selain itu juga memberikan harapan baik bagi kita semua, bahwa IKM tetap bisa bertahan di masa pandemi yang berat ini, bahkan terus berkembang hingga dapat melakukan ekspor,” ucap Reni.

Baca juga: Menperin: Industri konsisten tunjukkan kemampuan bertahan saat pandemi
 

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pameran IKM jadi harapan kebangkitan UMKM Bali

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar