PON Papua

DKI dan Sulut lengkapi raihan dua medali emas tinju PON Papua

DKI dan Sulut lengkapi raihan dua medali emas tinju PON Papua

Arsip foto - Petinju Indonesia asal SulutĀ Farrand Papendang (kanan) mendapat pukulan dari lawanya dalam semifinal tinju kelas 60Kg putra SEA Games 2019 di Philippine International Convention Centre (PICC), Manila, Filipina, Minggu (8/12/2019). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc/pri.

Jayapura (ANTARA) -
Kontingen DKI Jakarta dan Sulawesi Utara melengkapi raihan masing-masing dua medali emas dari cabang olahraga tinju PON Papua dalam lanjutan pertandingan final di GOR Cendrawasih, Kota Jayapura, Rabu.
 
Secara kebetulan baik medali emas kedua DKI di kelas ringan putra (56-60kg) maupun medali emas kedua Sulut dari kelas welter ringan putra (60-64kg) sama-sama dimenangkan dengan mengalahkan wakil Jawa Barat.
 
DKI lebih dulu meraih emas kedua mereka melalui Matius Mandiangan yang berjaya di final kelas ringan putra.

Baca juga: Atasi wakil tuan rumah, petinju Sulut rebut emas kelas pin putra
 
Melewati pertarungan ketat kontra petinju Jabar Walmer Pasiale selama tiga ronde penuh dan menang angka 3-2.
 
Raihan medali emas PON Papua jadi perbaikan prestasi bagi Matius yang sebelumnya hanya mendapatkan perunggu di kelas yang sama dalam PON 2016.
 
Matius menyumbangkan emas tinju kedua DKI, setelah sebelumnya Novita Sinadia menjadi jawara di kelas bantam putri (51-54kg).
 
Sementara Walmer memperoleh medali perak, petinju tuan rumah yang sebelumnya berstatus juara bertahan Gresty Alfons harus puas hanya mendapatkan medali perunggu kelas ringan putra PON Papua bersama Yulius Babu Eha dari Bali, setelah keduanya tumbang di semifinal.

Baca juga: Taklukkan juara bertahan, petinju Papua rebut emas welter ringan putri
 
 
Farrand Papendang menang
 
Sementara itu, medali emas tinju kedua Sulut disumbangkan oleh Farrand Papendang yang menang atas juniornya Alfino Caesar Nanlohi dari Jabar.
 
Farrand mengandalkan betul kecepatan pukulannya demi mengimbangi daya jangkau Alfino.
 
Di akhir ronde ketiga, Farrand dinyatakan menang angka mutlak 5-0 atas Alfino dan berhak membawa pulang medali emas.
 
Itu jadi emas kedua Sulut dari tinju setelah sebelumnya Michael J. Abas berjaya di kelas pin putra (-46kg).
 
Sementara Alfino meraih medali perak, petinju Bali Jekri Riwu dan wakil Jawa Timur Daniel Andarius Mofu berbagi medali perunggu bersama kelas welter ringan putra seusai kalah di babak semifinal.
 
Cabang olahraga tinju di PON Papua memperebutkan 17 medali yang dibagi menjadi 10 kelas kategori putra dan tujuh kelas kategori putri.

Baca juga: Christina Jembay masih terlalu perkasa untuk Silpa Lau Ratu
Baca juga: Pengamanan final sejumlah cabang olahraga PON Papua diperketat

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dampak ekonomi PON & Peparnas capai Rp1,6 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar