Meksiko desak WHO resmikan vaksin COVID-19 tanpa "ideologi"

Meksiko desak WHO resmikan vaksin COVID-19 tanpa "ideologi"

Seorang wanita mengunjungi makam kerabatnya di Pemakaman Kota, di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19) yang masih berlanjut, di Nexahualcoyotl, negara bagian Meksiko, Meksiko, Jumat (12/3/2021). (REUTERS/Henry Romero/WSJ/djo)

WHO harus bertindak secara benar, tanpa kecondongan politik atau ideologis, berpegang teguh pada ilmu pengetahuan
Mexico City (ANTARA) - Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador pada Rabu (13/10) mengatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) harus menetapkan secara resmi vaksin COVID-19 untuk penggunaan umum di tengah kekhawatiran beberapa warga Meksiko yang sudah divaksin tidak bisa memasuki Amerika Serikat.

"WHO harus bertindak secara benar, tanpa kecondongan politik atau ideologis, berpegang teguh pada ilmu pengetahuan," kata Presiden Lopez Obrador saat konferensi pers.

Pernyataan presiden muncul setelah Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka hanya akan mengizinkan masuk orang-orang yang menerima vaksin, yang disetujui WHO.

Jutaan orang di Meksiko sudah menerima vaksin COVID-19 buatan Rusia dan China yang tidak memenuhi kriteria itu.

Pada Selasa otoritas AS mengatakan akan membuka kembali perbatasan darat mereka bagi pelancong penerima vaksin lengkap.

Vaksin Sputnik V buatan Rusia dan CanSino buatan China belum mengantongi persetujuan dari WHO.

Sumber: Reuters

Baca juga: Presiden Meksiko Obrador akan bahas vaksin dengan Kamala Harris
Baca juga: Meksiko izinkan penggunaan darurat vaksin J&J lawan COVID-19

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Jembatan rel Mexico City runtuh, 15 orang tewas dan 70 lainnya luka-luka

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar