Dolar melemah setelah reli ke level tertinggi satu tahun di awal pekan

Dolar melemah setelah reli ke level tertinggi satu tahun di awal pekan

Mata uang dolar AS.(ANTARA/HO-perdagangan kurs valuta asing)

Reaksi dolar AS mungkin merupakan contoh dari 'beli rumor, jual fakta.
Tokyo (ANTARA) - Dolar melemah di sesi Asia menyentuh level terendah minggu ini terhadap mata uang utama lainnya pada Kamis pagi, mengambil nafas dari reli yang telah mengangkatnya ke level tertinggi satu tahun didukung oleh ekspektasi untuk kenaikan suku bunga Federal Reserve yang lebih cepat.

Indeks dolar, yang mengukur mata uang AS terhadap enam rival utamanya, hampir datar di 94,016, setelah turun 0,53 persen pada Rabu (13/10/2021), terbesar sejak 23 Agustus. Indeks mencapai 94,563 pada Selasa (12/10/2021), tertinggi sejak akhir September 2020, setelah melonjak hampir 3,0 persen sejak awal bulan lalu.

Dolar mundur bahkan setelah risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) September mengonfirmasi pengurangan stimulus pasti akan dimulai tahun ini, dan menunjukkan semakin banyak pembuat kebijakan yang khawatir bahwa inflasi yang tinggi dapat bertahan.

Baca juga: Dolar mundur dari level tertinggi 1 tahun setelah rilis data inflasi

Sebuah laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan harga konsumen AS naik solid pada September, dan mereka kemungkinan akan naik lebih lanjut di tengah lonjakan harga energi, berpotensi menekan Fed untuk bertindak lebih cepat untuk menormalkan kebijakannya.

Titik impas inflasi 5 tahun ke depan AS, salah satu pengukur ekspektasi inflasi jangka panjang yang diikuti dengan cermat, melonjak ke level tertinggi dalam tujuh tahun di 2,59 persen semalam. Sebagian besar pejabat Fed, termasuk Ketua Jerome Powell, sejauh ini berpendapat bahwa tekanan harga akan bersifat sementara.

Pasar uang saat ini memperkirakan sekitar 50/50 peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin pertama pada Juli.

"Reaksi dolar AS mungkin merupakan contoh dari 'beli rumor, jual fakta,'" Joseph Capurso, ahli strategi di Commonwealth Bank of Australia, menulis dalam catatan klien.

“Kami menganggap asumsi FOMC tentang lonjakan inflasi sementara adalah salah. Siklus pengetatan yang lebih agresif akan mendukung dolar AS dalam pandangan kami.”

Baca juga: Risalah: Fed dapat mulai kurangi pembelian aset pertengahan November

Dolar naik tipis 0,11 persen menjadi 113,37 yen, tetapi kembali dari puncak tiga tahun 113,80 yen yang dicapai semalam.

Euro sebagian besar datar dari Rabu (13/10/2021) di 1,1599 dolar AS tetapi sebelumnya menyentuh 1,1601 dolar ASuntuk pertama kalinya sejak 5 Oktober.

Sterling sedikit berubah pada 1,3665 dolar AS, menahan kenaikan 0,55 persen pada Rabu (13/10/2021) dan mendekati level tertinggi bulan ini.

Bitcoin diperdagangkan lebih tinggi dan menyentuh puncak lima bulan di 58.300 dolar AS.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menguatnya kurs dolar tak pengaruhi daya beli masyarakat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar