Menteri LHK: Capai "net sink" perlu konsistensi kerja di sektor FOLU

Menteri LHK: Capai "net sink" perlu konsistensi kerja di sektor FOLU

Tangkapan layar Menteri LHK Siti Nurbaya dalam Penganugerahan Kalpataru 2021, dipantau virtual dari Jakarta pada Kamis (14/10/2021) (ANTARA/Prisca Triferna)

meningkatkan kepeloporan atas kegiatan yang menujukan FOLU net sink
Jakarta (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengatakan perlu pemantapan konsistensi kerja untuk mencapai penyerapan bersih atau net sink karbon di sektor kehutanan dan penggunaan lahan (forest and other land use/FOLU) pada 2030, salah satunya dengan peningkatan kepeloporan atau ketokohan dalam kegiatan di tingkat tapak.

"Dengan FOLU net sink 2030 ini harus dimantapkan kontinuitas dan konsistensi kerja sektor kehutanan dan land use.
Menjadi penting untuk kita terus meningkatkan kepeloporan, ketokohan atas kegiatan yang menujukan FOLU net sink 2030," kata Siti dalam acara Penganugerahan Kalpataru 2021, dipantau virtual dari Jakarta pada Kamis.

Untuk itu, Siti meminta Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Bambang Supriyanto dan Dewan Pertimbangan Penghargaan Kalpataru untuk dapat mengembangkan desain dan konseptualisasi untuk tujuan mencapai penyerapan bersih sektor FOLU pada 2030.

Demi mencapai target di sektor FOLU pada 2030, sesuai dengan dokumen Long Term Strategy for Low Carbon and Climate Resilience (LTS-LCCR) 2050 yang telah ditetapkan Indonesia, dapat didorong dengan inovasi dan terobosan di tingkat tapak yang dilakukan baik oleh individu maupun kelompok.

Dalam kesempatan tersebut Siti menyampaikan apresiasinya kepada para penerima Kalpataru 2021. Dia mendorong agar kebijakan dan langkah kerja di tingkat tapak dalam sektor kehutanan seperti yang dilakukan penerima penghargaan lingkungan itu dapat menyerap karbon lebih tinggi dari pada yang dihasilkan.

"Ada kebutuhan dalam pengelolaan hutan dan land use yang membutuhkan kerja-kerja tingkat lapangan, inisiatif, inovasi di lapangan sampai ke inovasi kebijakan. Oleh karena itu diperlukan terobosan-terobosan baru yang mulai dari lapangan," tegas Menteri LHK.

Baca juga: Menteri LHK: Terobosan tingkat tapak penting untuk capai target emisi

Baca juga: KLHK anugerahan Kalpataru 2021 kepada 10 pejuang lingkungan

Baca juga: KLHK anugerahan Kalpataru 2021 kepada 10 pejuang lingkungan

Baca juga: KLHK: Multiusaha kehutanan jadi kunci capai target nol emisi GKR

 

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar