Perlunya perangkat lunak untuk "environmental intelligence"

Oleh Maria Rosari Dwi Putri

Perlunya perangkat lunak untuk "environmental intelligence"

Ilustrasi - Petani menggunakan komputer tablet dalam rumah kaca. (ANTARA/Ho IBM/iStockphoto/Allexxandar)

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan perangkat lunak IBM beberapa waktu lalu mengumumkan peluncuran rangkaian perangkat lunak kecerdasan lingkungan yang memanfaatkan Artificial Intelligence atau AI.

Peluncuran ini dilakukan oleh IBM untuk membantu perusahaan itu mempersiapkan dan merespons risiko cuaca dan iklim yang dapat mengganggu bisnis, menilai dampaknya terhadap planet ini secara lebih mudah, dan mengurangi kompleksitas kepatuhan serta pelaporan terhadap peraturan.

Perusahaan menghadapi kerusakan terkait iklim pada aset mereka, gangguan pada rantai pasokan dan operasional, serta meningkatnya ekspektasi dari konsumen dan investor untuk tampil sebagai perusahaan yang peduli terhadap lingkungan.

“Masa depan bisnis dan lingkungan sangatlah terkait. Perusahaan tidak hanya mengatasi dampak gangguan cuaca ekstrem pada operasi mereka, namun pemegang saham dan regulator juga akan meminta tanggung jawab perusahaan atas bagaimana operasi mereka berdampak pada planet ini,” kata General Manager IBM AI Applications Kareem Yusuf dalam keterangannya persnya, dikutip Kamis.

Baca juga: Siemens, IBM dan Red Hat luncurkan inisiatif hybrid cloud

Baca juga: IBM: Biaya pelanggaran data capai rekor tinggi selama pandemi


Cuaca ekstrem, kegagalan antisipasi perubahan iklim, dan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh manusia disebut-sebut sebagai tiga risiko teratas yang paling mungkin terjadi terhadap bisnis selama sepuluh tahun ke depan menurut "Global Risks Report 2021" Forum Ekonomi Dunia.

IBM menyatakan pihaknya membutuhkan wawasan lingkungan yang dapat ditindaklanjuti untuk menangani tantangan ini, tetapi metode saat ini sering kali tidak praktis dan kompleks – sehingga membutuhkan tenaga kerja manual yang intensif, keterampilan ilmu iklim dan data, serta daya komputasi.

IBM Environmental Intelligence Suite yang diumumkan beberapa waktu lalu itu, bertujuan untuk membantu perusahaan merampingkan dan mengotomatisasi pengelolaan risiko lingkungan dan mengoperasionalkan proses yang mendasarinya, termasuk penghitungan dan pengurangan karbon, untuk memenuhi tujuan lingkungan.

Suite ini memanfaatkan data cuaca yang ada dari IBM, penyedia paling akurat secarakeseluruhan secara global, analitik geospasial canggih yang sudah digunakan oleh perusahaan di seluruh dunia, dan inovasi baru dari IBM Research.

Penawaran ini adalah yang pertama untuk menyatukan AI, data cuaca, analitik risiko iklim, dan kemampuan penghitungan karbon dalam hal ini – yang memungkinkan organisasi menghabiskan lebih sedikit sumber daya untuk menyusun data kompleks, dan menganalisisnya lebih banyak guna mendapatkan wawasan dan mengambil tindakan untuk meningkatkan kinerja operasi mereka.

IBM Environmental Intelligence Suite adalah solusi SaaS (software as a service) yang dirancang untuk membantu perusahaan memantau kondisi lingkungan yang mengganggu seperti cuaca buruk, kebakaran hutan, banjir, dan kualitas udara, serta mengirim peringatan/alert saat terdeteksi.

Suite ini juga mampu memprediksi potensi dampak perubahan iklim dan cuaca di seluruh bisnis menggunakan analisis risiko iklim, mendapatkan wawasan/analisa tentang potensi gangguan operasional dan memprioritaskan upaya mitigasi serta respons. Suite juga mampu mengukur dan melaporkan inisiatif lingkungan serta mengoperasionalkan penghitungan karbon, sembari mengurangi beban pelaporan ini pada tim pengadaan dan operasi.

Suiteini memberikan wawasan atau analisa lingkungan melalui API, dashboards, peta, dan peringatan atau alert yang dapat membantu perusahaan menangani tantangan operasional langsung serta perencanaan dan strategi jangka panjang.

Misalnya, suite ini dapat digunakan untuk membantu para retailers bersiap menghadapi gangguan pengiriman dan persediaan terkait cuaca yang parah, atau faktor risiko lingkungan, ke lokasi gudang.

Perusahaan energi dan utility dapat menentukan di mana harus memangkas vegetasi di sekitar saluran listrik atau aset penting mana yang akan memiliki risiko lebih besar terhadap kebakaran hutan akibat perubahan iklim.

Suite ini juga dapat digunakan untuk membantu supermarket mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana sistem pendingin berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca mereka secara keseluruhan dan memprioritaskan lokasi untuk perbaikan.

“IBM menyatukan kekuatan AI dan hybrid cloud untuk menyediakan bisnis dengan environmental intelligence yang dirancang untuk membantu mereka meningkatkan kinerja, operasional dan pelaporan lingkungan, menciptakan operasi bisnis yang lebih efisien untuk mengurangi konsumsi sumber daya, dan merencanakan ketahanan dalam menghadapi gangguan iklim,” kata Kareem.

Perusahaan di seluruh dunia sudah menggunakan banyak teknologi AI yang ditemukan dalam IBM Environmental Intelligence Suite.

Misalnya, data lingkungan IBM dan analitik geospasial sedang digunakan oleh perusahaan Ethanol, Bioelectricity and gula dari Brazil, yaitu BP Bunge Bioenergia, untuk membantu mereka untuk lebih memahami produksi tebu agrikultur dan meningkatkan perkiraan/ analisa pasar mengenai produksi gula global. Solusi ini juga digunakan oleh agribisnis terkemuka, Cajamar, untuk membantu petani di Spanyol untuk meningkatkan hasil dan mengurangi dampak lingkungan melalui alat Plataforma Tierra digitalnya.

IBM Environmental Intelligence Suite juga memanfaatkan inovasi berbasis AI dari IBM Research yang memudahkan ilmuwan iklim dan data untuk menganalisis set data lingkungan yang sangat besar, serta kerangka kerja pemodelan risiko iklim baru yang digunakan untuk menghasilkan data tentang risiko kebakaran dan banjir di masa depan.

Selain itu, rangkaian ini akan memanfaatkan teknologi unik dari IBM Research yang menerapkan pemrosesan bahasa alami dan otomatisasi yang dirancang untuk membantu perusahaan memperkirakan emisi karbon dan mengidentifikasi peluang untuk menguranginya di seluruh operasi mereka atau dengan pemasok.

Environmental Intelligence Suite dapat diintegrasikan dengan portofolio perangkat lunak IBM yang lebih luas untuk efisiensi tambahan di seluruh operasi bisnis – termasuk IBM Maximo Application Suiteuntuk membantu perusahaan melindungi dan memperpanjang siklus dari aset penting mereka dan IBM Supply Chain Intelligence Suite untuk membantu membangun rantai pasokan yang lebih berkelanjutan dan tangguh.

Perusahaan juga dapat memanfaatkan keahlian lintas industri IBM Global Business Servicesuntuk membantu merancang, mengimplementasikan, dan mempercepat perjalanan transformasi bisnis lingkungan mereka.

Strategi ini mencakup pengonsepan ulang operasi, rantai pasokan, manajemen emisi, atau ESG serta pelaporan risiko iklim dengan bantuan teknologi yang muncul untuk membantu organisasi memenuhi tujuan lingkungan mereka.

Baca juga: DJKI: Permohonan baru hak paten secara daring terus meningkat

Baca juga: Percepat transformasi digital, IBM gelar Partner Solutions Summit 2021

Baca juga: IBM hanya izinkan karyawan yang sudah divaksin kerja di kantor

Oleh Maria Rosari Dwi Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Tim GeNose C19 perbarui pengembangan data pada perangkat lunak

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar