Lestari: Upaya preventif masif, cegah kanker payudara di usia muda

Lestari: Upaya preventif masif, cegah kanker payudara di usia muda

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. ANTARA/HO-MPR

Jakarta (ANTARA) -
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyebutkan butuh upaya preventif yang masif untuk mencegah kanker payudara menyerang generasi muda.
 
Lestari Moerdijat dalam keterangannya di Jakarta Kamis, menyebutkan ancaman kanker payudara mulai menghampiri kalangan usia muda dan generasi Z.
 
Sistem kesehatan nasional harus memiliki cetak biru yang jelas untuk menekan angka kematian akibat kanker.
 
"Pihak civil society, government dan kalangan bisnis harus berkolaborasi dengan baik dalam mengupayakan tercapainya tingkat kesehatan masyarakat yang lebih baik," kata dia di diskusi daring bertema Edukasi "Pita Merah Pink: Remaja Z dan perempuan milenial dalam rangka Bulan Kanker Payudara".
 
Menurut Lestari pemerintah harus memberi perhatian khusus dan ruang lebih luas dalam kebijakan anggaran agar upaya-upaya pencegahan kanker bisa dilakukan secara masif.
 
Lestari yang akrab disapa Rerie itu berharap kesadaran terhadap ancaman kanker payudara pada kalangan perempuan usia muda bisa terus ditingkatkan lewat edukasi secara menyeluruh terhadap masyarakat.
 
Menurut dia berbagai upaya dalam bentuk penyuluhan dan deteksi dini kanker payudara harus bisa disosialisasikan dan dipahami secara luas oleh masyarakat.
 
Karena, kata dia, pemahaman perempuan muda tentang deteksi dini lewat periksa payudara sendiri (Sadari), misalnya, masih jadi pekerjaan rumah kita bersama.

Baca juga: Cerita Nissa temukan benjolan saat menyusui yang ternyata kanker

Baca juga: Operasi bukan langkah awal penanganan benjolan payudara
 
Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia Linda Agum Gumelar sependapat bila tingginya ancaman kanker payudara harus diatasi sejak di hulu. Sehingga, upaya-upaya preventif harus dilakukan untuk mencegah kanker payudara sejak dini.
 
Menurut Linda terjadi hambatan informasi terkait proses pemahaman masyarakat di Indonesia tentang upaya-upaya preventif seperti Sadari dan Sadanu, yang disebabkan kendala geografis.
 
Karena itu, dia mengatakan berbagai upaya untuk mengatasi hambatan tersebut harus segera dilakukan agar upaya preventif dapat dilakukan secara masif.
 
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam berpendapat permasalahan yang dihadapi saat ini adalah bertebarannya berita-berita hoaks tentang kesehatan, termasuk tentang kanker payudara di masyarakat.
 
Akibatnya, kata dia, banyak pasien kanker terlambat mendapat pengobatan secara medis. Padahal, keterlambatan pasien kanker dalam menerima pengobatan berdampak buruk dari sisi kesehatan dan finansial.
 
Ari menyarankan edukasi terhadap masyarakat dan kalangan muda harus dilakukan secara lebih luas dengan memanfaatkan media sosial untuk mengatasi serbuan berita hoaks.
 
Tenaga kesehatan dan institusi kesehatan, lanjutnya diharapkan juga memanfaatkan media sosial untuk berpartisipasi dalam mengedukasi masyarakat lewat menyebarkan informasi kesehatan yang benar dan mudah dipahami.
 
"Pekerjaan rumah bagi kita adalah bagaimana masyarakat mampu memilah antara berita-berita yang benar dan hoaks. Karena berdasarkan survei Masyarakat Telekomunikasi pada 2017, 41,2 persen berita hoaks terkait tentang informasi kesehatan," ucap Ari.
 
Ketua Perhompedin Cabang Jakarta Ronald A Hukom menyebutkan ditemukannya kanker payudara pada usia muda kemungkinan besar dipicu faktor genetik, meski secara umum faktor genetik memicu kanker hanya 5-10 persen
 
Hukom berpendapat, penanganan multi disiplin dalam proses penanganan kanker pada pasien usia muda harus diperbaiki.

Baca juga: Lestari Moerdijat: Tingkatkan edukasi tekan potensi kanker payudara

Karena, menurut Hukom kanker payudara yang dialami pasien usia muda biasanya lebih agresif dibandingkan kanker yang menyerang pasien usia lanjut.
 
Ketua Umum CISC Aryanthi Baramuli berharap upaya edukasi dengan informasi yang benar tentang kanker payudara disampaikan secara masif melalui berbagai cara, baik secara langsung lewat penyuluhan, sosial media, media massa, dan film.
 
Aryanthi berpendapat upaya Sadari harus ditindaklanjuti dengan kemudahan akses untuk mendapatkan diagnosa secara medis, sehingga masyarakat benar-benar terlindungi dari potensi serangan kanker payudara.
 
Pada kesempatan itu, pegiat di Milenial Goes Pink Tania Nordina dan artis Andini Aisyah mengungkapkan pengalaman mereka dalam menghadapi penderita kanker payudara usia muda.
 
Rendahnya pengetahuan para perempuan usia muda terkait kanker payudara, menurut mereka menjadi salah satu penyebab meningkatnya penderita kanker payudara di usia muda saat ini.

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Buruh se-Jabodetabek sampaikan 4 tuntutan kepada DPR

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar