London (ANTARA News) - Koleksi batik Kesultanan Yogyakarta menarik ratusan pengunjung yang dipamerkan di Galeri Gancedo, perusahaan interior desain Spanyol ternama di Madrid, Spanyol, dari 10 Februari-5 Maret 2011.

"Acara pembukaan pameran dihadiri sekitar 200 undangan dari berbagai kalangan, yaitu diplomat asing, pejabat Spanyol, perancang mode, komunitas seni dan media massa," demikian keterangan pers KBRI Madrid yang diterima ANTARA London, Minggu.

Pameran bertema "Una Vida en Batik" (Kehidupan dalam Batik) menampilkan penggunaan setiap motif batik disesuaikan tahapan kehidupan manusia sejak dalam kandungan, kelahiran, masa kanak-kanak, pernikahan hingga kematian.

Dalam sambutan pembukaan Dubes RI untuk Kerajaan Spanyol, Adiyatwidi Adiwoso A, menyatakan ciri khas dari metode pembuatan batik adalah melalui goresan tangan yang membutuhkan kesabaran dan ketenangan jiwa sang pembuatnya.

"Hal ini menjadikan setiap goresan dengan motif tertentu memiliki makna yang sangat dalam," ujarnya.

Umumnya motif batik mencerminkan doa dan harapan dari pemakai. Batik merupakan salah satu cerminan jiwa dan kebudayaan bangsa sehingga UNESCO mendeklarasikan batik Indonesia sebagai warisan dunia pada bulan Oktober 2009.

Selain penampilan beragam kain batik, juga ditata secara indah berbagai informasi tentang batik dan jenis pembuatannya.

Dalam pembukaan pameran, para undangan berkesempatan untuk melihat demo batik, menikmati gamelan Jawa dan kudapan khas Indonesia, yang menambah semarak acara pembukaan tersebut.

Koleksi batik ini yang sebelumnya telah dipamerkan di Barcelona selama tiga bulan pada tahun 2010 merupakan prakarsa Carlos Bayen, antropolog Spanyol yang memiliki hubungan dekat dengan kalangan Kesultanan Yogyakarta.

Lebih lanjut Dubes RI menekankan bahwa pameran ini dapat diselenggarakan berkat adanya keinginan untuk saling mengenal dan meningkatkan hubungan budaya, yang pada akhirnya akan semakin mendekatkan kedua bangsa.

Pameran batik ini merupakan hasil kerjasama antara KBRI Madrid dengan Tapiceria Gancedo, Pemda Barcelona, Museum Tekstil dan Mode di Catalunya.(*)

(T.H-ZG/A025)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011