Saham Korsel ditutup naik, Indeks KOSPI melonjak 1,50 persen

Saham Korsel ditutup naik, Indeks KOSPI melonjak 1,50 persen

Ilustrasi - Seorang pekerja melintasdepan monitor pergerakan naik Indeks KOSPI, Bursa Saham Seoul, Korea Selatan. ANTARA/REUTERS/am.

Seoul (ANTARA) - Saham Korea Selatan (Korsel) berakhir di level tertinggi dua minggu pada Kamis, mencatat keuntungan untuk hari kedua berturut-turut, karena kenaikan kuat saham teknologi kelas berat melebihi kekhawatiran tentang kenaikan inflasi di Amerika Serikat dan China.

Indikator utama Bursa Efek Korea, Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) melompat 44,23 poin atau 1,50 persen menjadi 2.988,64 poin, penutupan tertinggi sejak 1 Oktober. Indeks acuan KOSPI terangkat 0,96 persen pada penutupan Rabu (13/10/2021).

Di antara saham-saham kelas berat, raksasa chip Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing menguat 0,87 persen dan 1,96 persen. Perusahaan platform Naver dan pembuat baterai LG Chem masing-masing melonjak 3,40 persen dan 4,95 persen.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq berakhir lebih tinggi pada Rabu (13/10/2021), dipimpin oleh kenaikan saham-saham pertumbuhan besar seperti Amazon dan Microsoft, setelah Federal Reserve (Fed) mengisyaratkan dapat mulai mengurangi dukungan era krisis untuk ekonomi AS, meningkatkan harapan pemulihan.

Namun kekhawatiran atas inflasi bertahan dan mengirim imbal hasil pada obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan lebih rendah.

Baca juga: Saham Jepang berakhir naik, Indeks Nikkei melonjak 1,46 persen

Sementara itu Menteri Keuangan Korea Selatan mengatakan pemerintah siap untuk menerapkan langkah-langkah menstabilkan pasar mata uang jika diperlukan, karena penurunan won baru-baru ini tampak cepat.

Investor asing adalah penjual bersih saham senilai 394,5 miliar won (332,48 juta) dolar AS di papan utama.

Won berakhir pada 1.186,8 per dolar di platform penyelesaian dalam negeri, 0,59 persen lebih tinggi dari penutupan sesi sebelumnya.

Dalam perdagangan luar negeri, won dikutip pada 1.186,2 per dolar, tidak berubah dari hari sebelumnya, sementara dalam perdagangan non-deliverable forward kontrak satu bulannya dikutip pada 1.186,7.

Imbal hasil obligasi pemerintah Korea 3-tahun yang paling likuid turun 0,8 basis poin menjadi 1,816 persen, sedangkan imbal hasil obligasi 10-tahun yang jadi acuan turun 5,1 basis poin menjadi 2,350 persen.

Baca juga: IHSG ditutup naik signifikan, dipicu optimisme pemulihan ekonomi

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar