Indef: Literasi digital paling dibutuhkan UMKM di masa depan

Indef: Literasi digital paling dibutuhkan UMKM di masa depan

Warga berbelanja produk UMKM melalui laman Rumah Digital Indonesia di Bogor, Jawa Barat,Rabu (22/9/2021). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc.

Jakarta (ANTARA) - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menilai pelatihan mengenai literasi digital menjadi salah satu hal yang paling dibutuhkan pelaku UMKM di masa depan.

"Kalau dilihat dari demand-nya, karena pandemi menimbulkan penurunan dari sisi pasar, maka UMKM membutuhkan akses terhadap pasar yang lebih cepat. Salah satunya dengan pengetahuan soal literasi digital, terutama pemasaran," katanya dalam diskusi daring "Kunci Sukses UMKM Menyambut Akhir Tahun Bersama Shopee 11.11" yang dipantau di Jakarta, Kamis.

Tauhid menuturkan kendati pelaku UMKM telah memahami digitalisasi karena terkoneksi internet, namun kapasitas penguasaan teknologi dan digitalnya masih rendah.

Baca juga: Stafsus Menkeu: UU HPP mengakomodir perpajakan di era digital

"Banyak yang belum bisa memanfaatkan kemajuan teknologi untuk jadi basis pengembangan usaha mereka," tuturnya.

Selain literasi digital, pelaku UMKM juga membutuhkan pengetahuan mengenai akses keuangan baik dari pemerintah atau lembaga keuangan lainnya. Ia menyebut ada sekitar 43,1 persen UMKM yang belum terakses bantuan permodalan meski stimulus dan bantuan telah pemerintah gulirkan.

Oleh karena itu, pelatihan soal syarat, proses serta mekanisme untuk bisa mendapat akses pendanaan juga penting bagi pelaku UMKM.

"Ketiga, pelaku UMKM juga harus bisa melakukan inovasi produk untuk bisa memenuhi syarat kualitas, keinginan pasar, serta modifikasi produk sesuai selera pasar," katanya.

Menurut Tauhid, ketiga jenis pelatihan di bidang-bidang yang ia sebutkan jadi sejumlah hal yang patut terus ditingkatkan ke depan.

Baca juga: UMKM harus adaptif di tengah pandemi

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Shopee Indonesia Handika Jahja menuturkan upaya yang dilakukan guna mendukung UMKM Indonesia yang jadi penggerak utama ekonomi Indonesia.

Setidaknya, Shopee telah turut membantu UMKM dari lima sisi, yakni edukasi, pendanaan, logistik, pemasaran hingga ekspor.

"Jadi UMKM masuk, diedukasi, dibekali dengan pendanaan, dengan logistik, kita bantu juga dengan pemasaran. Kami juga beri exposure ke barang-barang lokal. Kita juga push kampanye lokal, beri promosi menarik dan bisa cinta produk lokal," katanya.

Handika mengatakan pihaknya juga turut membantu UMKM untuk bisa mengekspor produk mereka karena jaringan Shopee yang tersedia di sejumlah negara.

"Kami sudah berhasil bawa UMKM ke pasar-pasar luar negeri, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina dan Brazil. Lebih dari 1,5 juta produk telah diekspor" katanya.

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ekonom sebut investasi besar dibutuhkan untuk hilirisasi industri

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar