PON Papua

Lini belakang Kaltim jadi sorotan pelatih usai gagal rebut perunggu

Lini belakang Kaltim jadi sorotan pelatih usai gagal rebut perunggu

Pelatih kepala tim sepak bola putra Kalimantan Timur Rahmat Hidayat selepas timnya bertanding menghadapi Sulawesi Utara dalam lanjutan penyisihan Grup C Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di Stadion Barnabas Youwe, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (1/10/2021). (ANTARA/Zabur Karuru)

Jayapura (ANTARA) - Pelatih tim sepak bola putra Kalimantan Timur Rahmat Hidayat menyoroti lini pertahanan timnya ketika dikalahkan Jawa Timur pada laga perebutan medali perunggu PON Papua di Stadion Barnabas Youwe, Kabupaten Jayapura, Kamis.

Rahmat menilai komunikasi pemain tidak berjalan di lini pertahanan timnya sehingga harus kebobolan di menit akhir pertandingan.

"Komunikasi lini belakang, padahal kita sudah tiga menit tadi. Seharusnya kita bisa delay pertandingan, di belakang bisa lebih fokus," ujar Rahmat.

Ia menjelaskan pada akhirnya pemain-pemain belakang timnya tidak bisa fokus dan membuat kesalahan berupa pelanggaran di depan gawang.

Pelanggaran ini bisa dimanfaatkan oleh penyerang Jatim Muhamad Faisol Yunus yang menciptakan gol pada menit 120+1 dan mengubur mimpi Kaltim untuk bisa meraih medali perunggu PON Papua.

"Ternyata fokus mereka kurang hasilnya bikin pelanggaran. Pelanggaran ini bisa mereka (Jawa Timur) jadikan gol," jelas Rahmat.

Pada pertandingan ini, Kaltim gagal mendapatkan medali perunggu usai dikalahkan Jatim dengan skor 2-3.

Sementara tuan rumah Papua berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan Aceh dengan skor 2-0 di Stadion Mandala, Jayapura, Kamis malam.

Pewarta: Aldi Sultan
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar