Saham Jepang dibuka melonjak, bersiap raih kenaikan mingguan 2 persen

Saham Jepang dibuka melonjak, bersiap raih kenaikan mingguan 2 persen

Papan listrik menunjukkan harga penutupan rata-rata saham Nikkei di Distrik Chuo, Tokyo pada tanggal (1/12/2020). ANTARA/ The Yomiuri Sinbun/Atsushi Taketazu/REUTERS/pri.

Tokyo (ANTARA) - Saham-saham Jepang melonjak pada awal perdagangan Jumat pagi, dan diperkirakan mengakhiri minggu ini dengan kenaikan lebih dari dua persen.

Kenaikan Wall Street semalam membantu meningkatkan saham-saham industri besar teknologi, saat musim laporan keuangan akan dimulai.

Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) terangkat 1,05 persen menjadi diperdagangkan di 28.851,70 poin pada pukul 01.54 GMT, dan indeks Topix yang lebih luas bertambah 1,17 persen menjadi diperdagangkan pada 2.010,22 poin.

Baik Nikkei maupun dan Topix akan membukukan kenaikan mingguan pertama setelah tiga minggu berturut-turut turun, masing-masing naik 2,9 persen dan 2,48 persen.

Namun, saham pemilik jaringan toko pakaian Uniqlo, Fast Retailing adalah hambatan terbesar di Nikkei, melemah 0,5 persen, setelah perusahaan membukukan laba yang lebih lemah dari perkiraan.

“Keuntungan di saham teknologi tinggi memberi energi besar ke pasar hari ini. Mereka naik karena prospek perusahaan yang kuat dari perusahaan luar negeri,” kata Shigetoshi Kamada, manajer umum di departemen penelitian di Tachibana Securities.

“Banyak perusahaan Jepang juga diharapkan menaikkan perkiraan mereka untuk tahun ini. Itu akan menjadi penarik bagi pasar.”

Wall Street menguat, dengan S&P 500 membukukan persentase kenaikan harian terbesar sejak awal Maret, menyusul pendapatan perusahaan yang kuat termasuk Morgan Stanley dan UnitedHealth.

Di Jepang, saham produsen peralatan pembuat chip Tokyo Electron memberikan kontribusi terbesar terhadap Nikkei, menguat 1,8 persen. Pembuat robot Fanuc melonjak 4,18 persen.

Saham produsen audio dan game Sony Group dan pembuat sensor elektronik Keyence mengangkat Topix dengan naik masing-masing 1,59 persen dan 2,74 persen.

Can Do, rantai populer yang menjual barang-barang rumah tangga seharga 100 yen, tidak diperdagangkan karena banyak pesanan beli setelah grup ritel Aeon mengumumkan tawaran pengambilalihan.

Penurunan terjadi pada operator toserba Takashimaya, jatuh 3,57 persen, setelah memangkas perkiraan laba bersih untuk tahun fiskal ini.

Baca juga: Saham Jepang berakhir naik, Indeks Nikkei melonjak 1,46 persen
Baca juga: Nikkei menguat ikuti kenaikan Nasdaq, didukung saham sektor teknologi
Baca juga: Saham Jepang berakhir merosot, indeks Nikkei tergelincir 0,32 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar