Kondisi memprihatinkan, warga Badui korban kebakaran tinggal di tenda

Kondisi memprihatinkan, warga Badui korban kebakaran tinggal di tenda

Masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten korban kebakaran, hingga Jumat (15/10/2021) tinggal di tenda pengungsian dengan kondisi cukup memprihatinkan karena rumah mereka terbakar habis. ANTARA/HO-BPBD Lebak/pri.

Kami mau tinggal di mana lagi, karena rumah kami hangus terbakar hingga rata dengan tanah,
Lebak, Banten (ANTARA) -
Masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten yang menjadi korban kebakaran kini tinggal di tenda pengungsian dengan kondisi cukup memrihatinkan.

"Kami mau tinggal di mana lagi, karena rumah kami hangus terbakar hingga rata dengan tanah, " kata Mukri (55) seorang warga Badui korban kebakaran di Kampung Pencak Huni Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Jumat.

Ia menjelaskan masyarakat korban kebakaran kini tinggal di tenda pengungsian dan belum kembali bisa ke ladang.
 
Kebakaran yang menimpa dirinya dan tetangga menyebabkan rumah mereka rata dengan tanah juga perabotan rumah tangga, pakaian hingga beras tidak bisa diselamatkan.
 
Peristiwa kebakaran pada Rabu (13/10) terjadi saat semua warga berada di ladang.
 
"Kami berharap pemerintah bisa membantu kembali untuk pembangunan rumah," kata Mukri.
 
Begitu juga korban kebakaran lainya, Naldi (30) mengaku dirinya bersama isteri dan anaknya yang masih balita kini tinggal di tenda pengungsian.

Saat ini, anak balitanya terus menangis karena kondisi tenda panas menyengat matahari juga jika malam hari kedinginan.

Mereka warga korban kebakaran tentu jika berlangsung lama tinggal di tenda pengungsian kemungkinan tidak merasa nyaman.

"Kami berharap rumah yang terbakar itu bisa kembali dibangun,sehingga keluarga tinggal nyaman dan aman, " katanya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama mengatakan saat ini warga Badui korban kebakaran di Kampung Pencak Huni tercatat 16 rumah dan satu leuit atau rumah lumbung hangus terbakar.

Diperkirakan kerugian material akibat kebakaran itu sekitar Rp 820 juta.
 
Mereka warga korban kebakaran sebanyak 24 kepala keluarga (KK) dengan 83 jiwa tinggal di tenda pengungsian.
 
BPBD Lebak, instansi lain juga perusahaan swasta menyalurkan bantuan bahan pokok dan keperluan lainnya.

"Semua warga korban kebakaran terpenuhi untuk kebutuhan hidup di tenda pengungsian, " katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak Eka Dharmana Putra mengatakan pihaknya akan mengusulkan pada Kementerian Sosial untuk mendapatkan bantuan pembangunan rumah.

"Kami berharap dalam waktu dekat ini bisa kembali dibangun rumah warga korban kebakaran, " katanya,

Baca juga: Kerugian kebakaran di permukiman Badui capai Rp820 juta

Baca juga: Kebakaran di permukiman Badui Dalam menjadi 23 unit rumah

Baca juga: Belasan rumah di kawasan Badui kebakaran

Baca juga: BPBD dirikan tenda di lokasi kebakaran di permukiman Badui

Pewarta: Mansyur suryana
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Anies canangkan simpang temu Lebak Bulus untuk integrasi antar moda

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar