Pecinta penyu Polewali Mandar raih penghargaan Kalpataru

Pecinta penyu Polewali Mandar raih penghargaan Kalpataru

Pecinta Penyu asal Polewali Mandar Muhammad Yusri (tengah) bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar (kiri) pada pemberian penghargaan Kalpataru tahun 2021, di Jakarta, Kamis (14/10). (ANTARA/HO/Dokumentasi Pribadi)

Mamuju (ANTARA) - Pecinta penyu asal Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat Muhammad Yusri, menjadi salah satu dari empat orang yang mendapatkan penghargaan Kalpataru 2021 kategori Perintis Lingkungan.

Dihubungi dari Mamuju, Jumat, Muhammad Yusri mengatakan, tidak pernah berfikir untuk mendapatkan penghargaan atas upayanya melestarikan penyu.

"Saya tidak pernah kepikiran untuk mendapatkan penghargaan Kalpataru ini, karena memang saya hanya fokus pada pelestarian penyu saja, bukan untuk mendapat penghargaan," kata Muhammad Yusri, yang akrab disapa Yusri Mampie.

Baca juga: KLHK anugerahan Kalpataru 2021 kepada 10 pejuang lingkungan

"Namun di tengah perjalanan, saya dalam hal melestarikan penyu dari ancaman kepunahan ternyata diapresiasi oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan memberikan Kalpataru pada saya," tambahnya.

Kepedulian pelestarian penyu, mulai dirintis Yusri Mampie sejak 2003 silam.

Namun, perjuangannya menjaga satwa langka dan dilindungi itu mulai membuahkan hasil, sepuluh tahun kemudian atau pada 2013.

Kemudian, pada 2015 aktivitas pelestarian penyu itu dibentuk dalam sebuah kelompok peduli lingkungan yang kemudian dikukuhkan menjadi organisasi Sahabat Penyu pada 2016.

Upaya pelestarian penyu yang dilakukan Sahabat Penyu di Dusun Mampie, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, melalui sistem 'Adopsi Penyu' yang berdampak pada bertambahnya populasi penyu dan berkurangnya telur penyu yang dijual di pasar tradisional di Kabupaten Polewali Mandar inilah yang menjadikan Yusri Mampie diganjar penghargaan Kalpataru yang diserahkan langsung Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar di Jakarta, pada Kamis (14/10).

Baca juga: Megawati: Semangat pejuang Kalpataru jaga alam harus ditiru

"Tentunya, saya sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa mendapatkan penghargaan tertinggi tersebut," ucapnya.

"Namun secara tidak langsung, penerimaan penghargaan ini pada saya sebenarnya bukan akhir dari perjuangan penyelamatan lingkungan khususnya pelestarian penyu. Akan tetapi ini adalah amanah dan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dan dijaga, bukanlah akhir dari proses yang selama ini saya lakukan," ungkap Yusri Mampie.

 

Pewarta: Amirullah
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BKSDA Sultra & BPSPL Makassar lepas liarkan penyu hijau

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar