Piala Thomas Uber

Kurang sabar jadi penyebab kekalahan Ginting saat hadapi Axelsen

Kurang sabar jadi penyebab kekalahan Ginting saat hadapi Axelsen

Atlet bulu tangkis tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dalam sesi latihan PIala Sudirman 2021 di Energia Areena, Vantaa Finlandia, Kamis (23/9/2021). ANTARA/HO-Humas PBSI/aa.

Jakarta (ANTARA) - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting mengaku kurang sabar saat bertarung melawan wakil Denmark Viktor Axelsen pada laga semifinal Piala Thomas yang digelar di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Sabtu malam WIB.

Ginting yang kala itu tampil sebagai partai pembuka dibuat takluk oleh Axelsen dalam dua gim langsung dengan skor 9-21, 15-21 dengan durasi 45 menit.

“Saya sudah bermain menyerang, tetapi kadang tidak tembus dan malah membuat kesalahan. Saya sudah berusaha maksimal. Tapi memang ke depannya saya harus lebih sabar lagi dalam menyerang untuk bisa dapat poin,” kata Ginting dalam keterangan resmi PP PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Ginting gagal sumbang poin pertama untuk Indonesia
Baca juga: Minions tuntun Skuad Garuda imbangi Denmark 1-1


Di gim kedua, pemain berusia 24 tahun itu mengaku dapat bermain dengan lebih nyaman, terutama saat melakukan reli. Sayangnya, ia terlambat karena poin lawan sudah terlampau jauh untuk dikejar.

“Gim kedua, saat tertinggal jauh, pola main saya lebih enak. Saya ajak bermain reli dan saya juga tidak banyak membuat kesalahan. Saya siap bermain sabar dan siap capek. Cuma sayang, poinnya sudah terlampau jauh, susah untuk dikejar,” ujar Ginting.

Meski demikian, Ginting mengaku bersyukur dapat melalui pertandingan tersebut tanpa cedera. Ia pun mengakui permainan Axelsen sangat baik saat itu, sehingga ia sulit menembus pertahanannya.

“Saya bersyukur bisa main tanpa cedera. Viktor bermain aman dan jarang membuat kesalahan. Saya sudah menerapkan strategi menyerang, tetapi postur dan jangkauan Viktor yang tinggi, dapat menutup semua lapangan. Semua bola-bola saya bisa dijangkau. Viktor benar-benar bermain bagus hari ini. Dia susah ditembus,” ungkap Ginting.

Lebih lanjut, pemain jebolan klub bulu tangkis SGS PLN Bandung itu berharap wakil-wakil Indonesia lainnya dapat memenangkan pertandingan dan menyumbang angka.

“Sayang, saya gagal menyumbangkan angka di pertandingan semifinal ini. Saya akan segera gantian memberi dukungan ke teman-teman yang bertanding. Semoga bisa dapat poin,” tutur Ginting.

Di atas kertas, Axelsen memang lebih diunggulkan karena saat ini ia merupakan tunggal putra peringkat kedua dunia, sedangkan Ginting di urutan kelima.

Dari delapan pertemuan mereka sebelumnya, skor menang-kalah Ginting dan Axelsen imbang 4-4. Keduanya terakhir kali bertemu di BWF World Tour Finals pada Januari lalu, dan dimenangkan oleh Axelsen.

Baca juga: Rionny ingatkan pemain tak cepat puas dan bersiap hadapi Denmark
Baca juga: Liliyana Natsir digandeng Flypower jadi brand ambassador


Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Penantian 19 tahun, Indonesia juara Thomas Cup 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar