Pemprov Lampung sebut UMKM bisa bertahan karena digitalisasi

Pemprov Lampung sebut UMKM bisa bertahan karena digitalisasi

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lampung, Syamsurizal Ari, saat dimintai keterangan. ANTARA/Dian Hadiyatna/am.

Beberapa UMKM yang kami temui di masa pandemi COVID-19 mengalami peningkatan produksi karena melakukan digital marketing yang justru dapat meningkatkan omzet mereka.
Bandarlampung (ANTARA) -
Pemerintah Provinsi Lampung mengungkapkan bahwa sejumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mampu bertahan bahkan meningkat penjualannya di masa pandemi COVID-19 karena mengubah metode pemasaran melalui digitalisasi.

"Beberapa UMKM yang kami temui di masa pandemi COVID-19 mengalami peningkatan produksi karena melakukan digital marketing yang justru dapat meningkatkan omzet mereka," kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lampung, Syamsurizal Ari, di Bandarlampung, Minggu.

Menurutnya, pada masa pandemi COVID-19 yang terdapat berbagai kebijakan terkait pembatasan aktivitas masyarakat, pihaknya terus mendorong UMKM agar dapat bertahan dan peluang itu ada melalui pemasaran online.

Baca juga: Program Active Selling, upaya bantu UMKM bangkit dari pandemi

Oleh karena itu, lanjut dia, sesuai dengan arahan Gubernur Lampung, guna mewujudkan kinerja UMKM serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi di masa pandemi pihaknya pun terus melakukan penguatan kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM) pelaku UMKM.

"Ada beberapa kegiatan yang kami lakukan seperti memberikan pelatihan dan terutama ada di penguatan SDM UMKM-nya dalam rangka bagaimana mereka dapat memanfaatkan digital marketing," kata dia.

Menurutnya pula dengan pelaku UMKM dapat mentransformasi sistem digital marketing melalui platform di masa pandemi COVID-19 ini diharapkan mereka dapat bertahan bahkan meningkatkan omzetnya.

Baca juga: KemenkopUKM dorong digitalisasi UMKM yang berkelanjutan

Ia mengatakan  berdasarkan survei Bank Indonesia (BI) terhadap UMKM binaan di Provinsi Lampung dari 2.970 UMKM yang menjadi responden 83 persen di antaranya terdampak pandemi COVID-19.

"Namun, dari 83 persen itu, 70 persennya mampu bertahan karena memanfaatkan digitalisasi dalam pemasarannya," kata dia.

Syamsurizal juga mengatakan bahwa pelaku UMKM juga jangan terlalu terpaku dengan platform yang ada karena pengertian digitilasisi itu luas, mereka dapat memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp, Instagram, Facebook guna mempublikasi atau memasarkan produk-produknya.

"Nah, tugas kami dengan organisasi perangkat daerah lainnya sekarang bagaimana melakukan pendampingan ppemasaran, narasi dan visualisasi produk UMKM bersama-sama agar mereka lebih siap di era digital ini," kata dia.

Pewarta: Dian Hadiyatna
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Cilegon akan bangun sentra UMKM di Jalan Lingkar Selatan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar