Palestina kecam pembangunan permukiman baru Israel di Tepi Barat

Palestina kecam pembangunan permukiman baru Israel di Tepi Barat

Seorang pengunjuk rasa mengikuti aksi unjuk rasa, untuk mendukung para petani Palestina serta untuk menentang pemukiman Israel, di Beita, wilayah pendudukan Israel, Tepi Barat, Sabtu (10/10/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Raneen Sawafta/RWA/djo

Ramallah (ANTARA) - Palestina pada Sabtu (16/10) mengecam pembangunan baru permukiman Israel di lahan milik Palestina di selatan Kota Nablus di Tepi Barat.

Pembangunan permukiman baru itu "mengacaukan peluang untuk berdamai berdasarkan visi solusi dua negara," kata Kementerian Luar Negeri Palestina melalui pernyataan.

"Proyek baru tersebut meliputi pembangunan sebuah stasiun bus untuk pemukim Israel antara Ramallah dan Nablus  dalam rangka memfasilitasi mobilitas sekaligus menghubungkan jalan dengan Israel," katanya.

Kemlu Palestina menambahkan bahwa permukiman baru Israel di Tepi Barat "masuk ke dalam konteks upaya Israel dan mereka berpacu dengan waktu untuk mencaplok Tepi Barat."

Kementerian itu mencatatkan bahwa proyek-proyek tersebut bertujuan untuk "menyabotase peluang berdirinya negara Palestina yang layak dan berdaulat, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya."

Berdasarkan perkiraan Israel dan Palestina, sekitar 650.000 warga Israel tinggal di 164 permukiman dan 124 pos terdepan di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Permukiman Israel menjadi isu paling rumit dalam konflik Palestina-Israel, sekaligus salah satu alasan utama mengapa putaran terakhir perundingan damai langsung antara kedua belah pihak pada 2014 terhenti. 

Sumber: Xinhua

Baca juga: Eropa minta Israel hentikan perluasan permukiman di tengah ketegangan

Baca juga: Pasukan Israel bunuh empat warga Palestina di Tepi Barat


 

Indonesia surati 30 negara tolak aneksasi Israel di Tepi Barat

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar