Piala Thomas Uber

Ginting akui sempat tertekan di awal permainan melawan Lu Guang Zu

Ginting akui sempat tertekan di awal permainan melawan Lu Guang Zu

Atlet bulu tangkis tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dalam sesi latihan PIala Sudirman 2021 di Energia Areena, Vantaa Finlandia, Kamis (23/9/2021). ANTARA/HO-Humas PBSI/aa. (Handout Humas PBSI)

Jujur, saya sempat deg-degan, tegang di gim pembuka
Jakarta (ANTARA) - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting mengaku sempat tertekan pada gim pertama menghadapi wakil China Lu Guang Zu pada laga final Piala Thomas yang berlangsung Minggu malam WIB.

Pada gim pembuka, Ginting mengaku sempat bermain tidak nyaman, sehingga dari awal ia terus tertinggal dalam perolehan skor. Sementara lawannya malah memimpin dan terus menambah angka.

“Jujur, saya sempat deg-degan, tegang di gim pembuka. Makanya saya selalu tertinggal dan kalah di gim pertama. Pastinya ada tekanan yang saya rasakan waktu itu dari lawan,” kata Ginting dalam keterangan resmi PP PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Minggu.

Baca juga: Ginting buka kemenangan Indonesia 1-0 atas China di final Piala Thomas

Namun di gim kedua dan ketiga, pemain berusia 24 tahun itu mengaku sudah bisa bermain dengan lebih baik. Strategi permainannya bahkan bisa ia terapkan dengan tepat. Ginting merasa sangat nyaman dan bisa menikmati permainan.

Dalam waktu 1 jam 17 menit, Ginting menumbangkan Lu Guang Zu dengan kemenangan rubber game yang berakhir dengan skor 18-21, 21-14, 21-16.

"Di gim kedua dan ketiga, saya bisa mengontrol permainan. Saya bisa bermain dengan baik dan bisa memenangi pertandingan. Puji Tuhan, akhirnya saya bisa bermain bagus di gim kedua dan ketiga,” ungkap Ginting.

Di atas kertas, Ginting memang jauh lebih diunggulkan, mengingat saat ini ia merupakan tunggal putra peringkat kelima dunia, sedangkan Lu berada di urutan ke-27.

Baca juga: Fajar/Rian tambah keunggulan Indonesia 2-0 atas China

Selain itu, dari dua pertemuan sebelumnya, Ginting memegang keunggulan 2-0. Mereka pernah berjumpa di turnamen Indonesia Open 2019 dan Japan Open 2019.

“Bicara soal strategi, sejak tadi malam saya sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi tunggal putra China. Dengan Lu, saya sudah pernah bertemu dua kali. Jadi, saya tidak kaget saat bertemu Lu di laga pembuka ini,” tutur Ginting.

Lebih lanjut, ia pun berharap sumbangan satu angka kemenangan darinya dapat menambah semangat rekan-rekannya saat berjuang menghadapi China di final Piala Thomas.

“Kemenangan ini tentu membuat saya sangat senang. Tetapi perjuangan belum berakhir. Pemain-pemain China adalah lawan yang tangguh. Saya berharap teman-teman bisa bermain dengan baik dan memberikan kemenangan untuk Indonesia,” harap Ginting.

Baca juga: Marcus Gideon diistirahatkan pada final Piala Thomas hadapi China
Baca juga: Fajar/Rian bawa Tim Indonesia melenggang ke final Piala Thomas


Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Penantian 19 tahun, Indonesia juara Thomas Cup 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar