Partai koalisi Australia sebut tak akan tergesa-gesa soal nol emisi

Partai koalisi Australia sebut tak akan tergesa-gesa soal nol emisi

Ketua Partai Nasional Barnaby Joyce di Canberra, Australia, 2017. ANTARA/Reuters/as.

Kami tidak terikat pada skenario. Kami punya partai sendiri dan ruang partai sendiri untuk tujuan yang berbeda
Canberra (ANTARA) - Partai mitra di pemerintah koalisi Australia mengatakan pada Senin mereka tidak akan tergesa-gesa memutuskan untuk mendukung target nol emisi karbon pada 2050.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison pekan lalu mengatakan akan menghadiri konferensi tingkat tinggi PBB tentang iklim (COP26) di Glasgow bersama pemimpin dunia lain seperti Presiden AS Joe Biden.

Australia berambisi mencapai target nol emisi karbon pada 2050.


Baca juga: Inggris akan danai pembangkit listrik baru bertenaga nuklir

Morrison memerlukan kesepakatan dengan Partai Nasional, namun ketuanya, Barnaby Joyce, mengatakan para anggota parlemen dari partainya tidak mencapai kata sepakat dalam pertemuan empat jam pada Minggu.

Partai Nasional adalah mitra koalisi pemerintah yang berbasis di daerah perdesaan.

Joyce mengatakan partainya akan bertemu lagi pada Senin dan memperingatkan pihak lain yang berupaya menekan mereka.

"Kami tidak terikat pada skenario. Kami punya partai sendiri dan ruang partai sendiri untuk tujuan yang berbeda," kata Joyce kepada media pemerintah ABC.

"Jika seseorang yakin mereka sedang dipaksa, Anda tahu apa yang akan mereka lakukan, mereka akan bilang tidak."


Baca juga: PM Australia pastikan hadiri KTT iklim COP26

Joyce mengatakan partainya khawatir dengan dampak nol emisi pada pertanian dan pertambangan batu bara, namun Morrison terus menghadapi tekanan untuk mencapai kesepakatan sebelum menghadiri COP26.

"Morrison tak bisa (pergi) tanpa kesepakatan. Dia akan tampak seperti pemimpin lemah di panggung dunia hanya beberapa bulan sebelum pemilihan," kata Haydon Manning, profesor politik di Universitas Flinders di Australia Selatan.

Morrison sebelumnya mengatakan Australia ingin mencapai nol emisi "sesegera mungkin dan idealnya pada 2050" dan berharap bisa mengurangi emisi karbon sebanyak 26-28 persen pada 2030 dari tingkat emisi 2005.

Perdana menteri itu harus menggelar pemilu pada Mei 2022 dan dia perlu menenangkan partainya sendiri, Partai Liberal, yang mendesak aksi untuk perubahan iklim. Dia juga membutuhkan dukungan dari Partai Nasional.

Sumber: Reuters

Baca juga: Junta Myanmar tuding adanya intervensi asing atas keputusan ASEAN

Baca juga: Menlu Malaysia berkunjung ke Indonesia

 

Penerjemah: Anton Santoso
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Siswa sekolah Australia gembira pelajari kebudayaan Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar