Mentan instruksikan karantina perketat masuknya produk pangan ke RI

Mentan instruksikan karantina perketat masuknya produk pangan ke RI

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kiri) didampingi gubernur NTT Victor B Laiskodat memeriksa pasukan saat pelaksanaan upacara peringatan Hari Karantina Pertanian ke 144 di lapangan Rumah Jabatan Gubernur NTT di Kota Kupang, NTT, Senin (18/10/2021). Dalam peringatan tersebut Mentan mengimbau Badan Karantina Pertanian untuk mengawal program peningkatan ekspor melalui Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) selama kurun waktu 2020 hingga 2024. ANTARA/Kornelis Kaha/pri.

Tugas dari karantina pertanian ini sangat penting untuk melakukan pelayanan, menjaga kesehatan dan keamanan produk pertanian yang dilalulintaskan dari ancaman hama/penyakit hewan dan tumbuhan
Kupang (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendorong Badan Karantina Pertanian untuk memperketat setiap produk pangan dan makanan yang masuk melalui pintu-pintu bandara dan pelabuhan seluruh Indonesia.

"Tugas dari karantina pertanian ini sangat penting untuk melakukan pelayanan, menjaga kesehatan dan keamanan produk pertanian yang dilalulintaskan dari ancaman hama/penyakit hewan dan tumbuhan, serta menggerakkan roda perekonomian selama masa pandemi," kata Mentan Syahrul Yasin Limpo di Kupang, Senin.

Hal ini disampaikan Mentan saat memimpin upacara Hari Karantina Pertanian 2021 di Lapangan rumah jabatan gubernur NTT di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Karantina pertanian, kata Mentan, harus berada di garda terdepan dalam mengemban tugas sebagai benteng perlindungan sumber daya alam hayati dan pertanian negara. Badan Karantina Pertanian (Barantan) juga diharapkan mampu membangun dan mendorong ekspor komoditas pertanian Indonesia pada saat pemulihan ekonomi dunia terjadi.

"Secara khusus, saya memberikan tugas strategis kepada Badan Karantina Pertanian untuk mengawal program peningkatan ekspor melalui Gratieks (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor) selama kurun waktu 2020 hingga 2024. Kesuksesan program tersebut memerlukan sinergi dengan berbagai pihak," kata Mentan Syahrul Yasin Limpo.

Baca juga: Mentan minta badan karantina kawal ekspor dan lebih kreatif

Sebagaimana diketahui salah satu pencapaian sinergitas dalam pencapaian Gratieks adalah kegiatan Merdeka Ekspor yang dilepas langsung oleh Presiden Joko Widodo secara serentak melalui 17 pintu ekspor dengan nilai Rp7,2 triliun. Kegiatan ini memberikan optimisme baru bagi para petani dan pelaku usaha pertanian agar lebih berkembang lagi.

"Diharapkan dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, tidak ada lagi yang tidak melakukan ekspor. Semua harus ekspor demi negara kita tercinta ini. Alhamdulillah berkat sinergi seluruh pemangku kepentingan, tercatat kopi, tanaman obat, aromatik dan buah buahan kita makin perkasa di pasar dunia, menyusul sarang burung walet dan porang, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo," kata Mentan Syahrul Yasin Limpo.

Mentan pun mengapresiasi kemampuan Barantan dalam menjalankan amanat UU Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Karantina terbukti mampu menjaga kelestarian sumber daya alam hayati dengan melakukan pengawasan dan penindakan terkait maraknya isu peredaran ilegal, hewan, tumbuhan dan produknya, hingga memberikan berbagai pembinaan teknis dan akses informasi bagi para pelaku usaha pertanian atau eksportir.

"saya rasa kinerja Barantan selaku vocal point Indonesia untuk Sanitary and Phytosanitary (SPS) WTO, berperan di dalam penyelesaian isu-isu kesehatan dan keamanan produk pertanian dengan negara mitra dagang. Selamat Hari Karantina Pertanian Tahun 2021, Mari Bersinergi Melindungi Negeri, Pertanian Bertumbuh, Mendunia dan Berkelanjutan, demi mewujudkan Pertanian yang Maju, Mandiri dan Modern," ujar Mentan Syahrul Yasin Limpo. 

Baca juga: Musnahkan komoditas ilegal, Mentan cegah potensi penyakit tumbuhan

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Mentan dorong korporatisasi petani tingkatkan kesejahteraan masyarakat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar