Warga Jakarta Barat diimbau antisipasi penyakit demam berdarah

Warga Jakarta Barat diimbau antisipasi penyakit demam berdarah

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Kristy Wathini saat ditemui di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (18/10/2021). ANTARA/Walda

Jumantik mandiri harus digalakkan kembali
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Barat mengimbau warganya untuk mengantisipasi timbulnya penyakit demam berdarah saat musim hujan antara lain rajin memantau jentik di rumah secara mandiri.

"Juru pemantauan jentik atau Jumantik mandiri harus digalakkan kembali. Warga harus rajin cek aneka tampungan air di rumah untuk monitor jentik," kata Kepala Suku Dinas Ketahanan Jakarta Barat Kristy Wathini saat ditemui di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin.

Oleh karena itu, katanya, warga harus rajin-rajin membersihkan bak mandi untuk mengantisipasi adanya jentik nyamuk.

Selain itu, warga juga sudah diimbau untuk membersihkan lingkungan agar nyamuk tidak bersarang di wilayah tersebut.

Baca juga: Sudin Kesehatan Jaktim ajak warga jadi jumantik di rumah sendiri

Menurut dia, pihaknya harus bisa membagi fokus penanganan antara vaksinasi COVID-19 dan penanganan demam berdarah.

Walau seluruh pemerintah tengah fokus kepada penanganan COVID-19, pihaknya tidak boleh lengah dengan bahaya wabah demam berdarah.

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya telah mengerahkan tenaga kesehatan dan ratusan kader Jumantik untuk menyosialisasikan pencegahan wabah demam berdarah.

Sosialisasi itu dilakukan dari rumah ke rumah di setiap warga per kecamatan. Sembari melakukan sosialisasi, pihaknya juga memantau warga mana saja yang melakukan vaksin.

Baca juga: Jelang musim penghujan, Pemkot Jakarta Pusat siaga cegah DBD

Jika ada satu atau dua warga yang belum vaksin di rumah tersebut, maka pihaknya akan langsung melakukan vaksin secara langsung.

"Kita tanya kalau ada yang belum vaksin, kita akan lakukan vaksin . Jadi, ini kegiatannya di kombinasikan," kata dia.

Ia berharap upaya tersebut dapat menumbuhkan kesadaran warga akan bahaya demam berdarah sehingga wabah tidak menyebar saat musim hujan.

Pewarta: Walda Marison
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar