Peparnas

Sebanyak 15 atlet paralimpik HST bakal bertanding di Peparnas di Papua

Sebanyak 15 atlet paralimpik HST bakal bertanding di Peparnas di Papua

Para atlet NPC dari Kabupaten HST yang akan mewakili Kalsel pada ajang Peparnas di Papua saat dilepas Pj Sekda HST bersama djajaran Disporapar, Senin (18/10/2021). ANTARA/M Taupik Rahman.

Cabang olahraga yang diikuti nantinya ada enam yaitu atletik tolak lempar, sepak bola CP, menembak, panahan, bulu tangkis dan angkat berat
Barabai (ANTARA) - Sebanyak 15 orang atlet National Paralympic Committee (NPC) dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) akan mewakili Kalimantan Selatan (Kalsel) pada ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI tahun 2021 di Papua.

Pj Sekda HST yang juga Kepala Disporapar Muhammad Yani usai melepas para atlet di Barabai Senin mengatakan, atlet NPC dari HST biasanya selalu berprestasi di Tingkat Provinsi Kalsel maupun nasional.

"Mudah-mudahan pada Peparnas di Papua ini, para atlet kita kembali mengharumkan nama baik Kalsel di ajang nasional," kata Yani.

Baca juga: Menpora optimistis Peparnas Papua berlangsung sukses

Sejak beberapa bulan terakhir, para atlet NPC juga telah menjalani pemusatan latihan agar fokus dan stamina serta kesehatannya terjaga.

Kabid Pemuda dan Olahraga Disporapar HST, Jumratil Kiptiyah menambahkan, dari 15 atlet NPC yang akan dikirim, sembilan orang di antaranya adalah laki-laki dan enam orang perempuan.

"Cabang olahraga yang diikuti nantinya ada enam yaitu atletik tolak lempar, sepak bola CP, menembak, panahan, bulu tangkis dan angkat berat," katanya.

Ia mengungkapkan,cabang yang diunggulkan kali ini adalah panahan dan lempar lembing.

"Peparnas di Papua akan berlangsung dari tanggal 2 sampai 14 November 2021. Makanya, sebelum berangkat para atlet kita, terlebih dahulu akan menjalani karantina di Banjarmasin," kata Jumratil.

Peparnas adalah suatu ajang kompetisi yang menyerupai Pekan Olahraga Nasional (PON) bagi atlet penyandang disabilitas Indonesia. Perbedaan PON dan Peparnas terletak pada pembagian kelas dan teknis pertandingan, di mana atlet dikelompokkan berdasarkan kondisi fisiknya.

Baca juga: Leani Ratri nilai kebijakan Peparnas Papua baik untuk regenerasi atlet
Baca juga: Papua pastikan siap jadi tuan rumah Peparnas XVI

Pewarta: Ulul Maskuriah/M Taupik Rakhman
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kisah Roxana, pegulat putri Kalsel asal Rumania peraih perunggu

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar