Perusahaan peralatan cat Ace Oldfields siap melantai di bursa

Perusahaan peralatan cat Ace Oldfields siap melantai di bursa

pekerja menyelesaikan pengecatan fasilitas bagi pejalan kaki di kawasan Venue Menembak PON XX Papua, Kampung Harapan, Jayapura, Papua, Selasa (22/6/2021). Berbagai persiapan terus dilakukan untuk menyambut perhelatan PON XX Papua. ANTARA FOTO/Gusti Tanati/wpa/hp.

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha di bidang produksi peralatan dan perlengkapan pengecatan PT Ace Oldfields Tbk siap mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana (IPO) saham yang berlangsung pada 18-21 Oktober 2021.

Direktur Utama PT Ace Oldfields Tbk Josef Kandiawan mengatakan, IPO perusahaan yang nantinya akan tercatat dengan kode saham KUAS itu merupakan langkah strategis untuk semakin memperkuat dan memperluas bisnis perseroan.

"Dengan IPO ini juga menjadi momen penting bagi kami yang sebagai awalnya adalah perusahaan keluarga dan dalam upaya mempercepat pengembangan bisnis dan investasi perusahaan. Sebagai perusahaan publik, KUAS kini memiliki akses keuangan dan jejaring bisnis yang lebih terbuka lebar, sehingga perusahaan dapat mengoptimalkan peluang pasar yang tumbuh cepat," ujar Josef dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Berdasarkan hasil penawaran awal atau bookbuilding yang berlangsung pada 22 September hingga 27 September 2021 dengan kisaran harga Rp195 hingga Rp250, maka penjamin pelaksana emisi efek dan perseroan telah sepakat menentukan harga penawaran saham sebesar Rp195 per saham, dengan perolehan dana IPO sebesar Rp76,05 miliar.

Baca juga: WIKA berencana IPO WIKA Industri dan Konstruksi pada 2022

PT Ace Oldfields Tbk melepaskan saham sebanyak 390 juta saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham yang mewakili 30,17 persen dari modal disetor setelah IPO.

Sesuai dengan yang tercatat dalam prospektus, seluruh dana yang diperoleh dari penawaran umum setelah dikurangi biaya emisi, sebesar 38,69 persen untuk pembelian sebagian tanah dan bangunan di Cileungsi, Bogor untuk mengurangi biaya sewa perseroan dan juga pengembangan perseroan kedepannya.

"Transaksi ini akan dilakukan dalam waktu paling lambat tiga bulan setelah dana IPO diterima," kata Josef.

Sedangkan sisanya sebesar 61,31 persen akan digunakan untuk modal kerja perseroan yaitu untuk pembelian bahan baku serta beban operasional

Selain mencatatkan sahamnya, perseroan juga menerbitkan waran seri I sebanyak 130 juta lembar atau sebesar 14,4 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan pada saat pendaftaran.

Waran Seri I ini diberikan secara cuma-cuma kepada para pemegang saham baru perseroan dengan perbandingan setiap pemegang tiga saham baru akan memperoleh satu waran Seri I dengan harga exercise sebesar Rp250.

Apabila seluruh waran di-exercise oleh para pemegang saham, perseroan akan memperoleh tambahan modal sebanyak-banyaknya Rp32,5 miliar di mana dana waran tersebut 100 persen akan digunakan untuk modal kerja perseroan.

Direktur Investment Banking PT. NH Korindo Sekuritas Indonesia, selaku penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek, Amir Suhendro Samirin mengatakan, perseroan mendapatkan izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada 14 Oktober 2021 dan akan mencatatkan sahamnya pada 25 Oktober 2021.

Baca juga: BEI: Perusahaan masih antusias galang dana di pasar modal

Selama masa penawaran awal pada 22 September 2021-27 September 2021 antusias pemesan cukup bagus. Hal ini dapat dilihat dari kelebihan permintaan atau oversubscribed pada masa bookbuilding sebanyak 2,2x dari keseluruhan pemesanan atau oversubscribed sebanyak 6x dari pooling.

"Ini tentu menjadi sinyal positif bagi perseroan dan menunjukkan bahwa para investor memiliki keyakinan terhadap performa perseroan baik secara historis maupun yang akan datang. Melihat antusias tersebut, kami memiliki keyakinan bahwa penawaran umum perseroan akan diminati sehingga sesuai dengan keinginan kami dimana saham perseroan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat," ujar Amir.

PT Ace Oldfields Tbk adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi peralatan dan perlengkapan untuk keperluan pengecatan yang berbasis di Jawa Barat Indonesia.

Berdiri sejak 1996, perseroan merupakan perusahaan hasil joint-venture antara PT Ace Panbrush Industry (API), yang berdiri sejak 1989, dan Oldfields International Pty Ltd of Australia, produsen perlengkapan pengecatan terbesar di Australia yang memiliki sejarah sejak 1916.

Baca juga: Dana himpunan IPO pada 2021 jadi yang terbesar sepanjang sejarah

Baca juga: Produsen semen Cemindo optimistis aksi IPO akan berdampak positif

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Penutupan perdagangan, ini capaian BEI sepanjang 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar