Liga 1 Indonesia

LIB yakin tak salahi aturan soal karantina pemain timnas di liga

LIB yakin tak salahi aturan soal karantina pemain timnas di liga

Tangkapan layar Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita (4/8/2021, 15:00 WIB). ANTARA/Instagram/@PT Liga Indonesia Baru/pri.

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita yakin pihaknya tidak menyalahi aturan soal isu pemain tim nasional yang diduga belum menjalani karantina begitu kembali dari Thailand saat berlaga di Liga 1.

"Begitu sampai di Indonesia, mereka menjalani pemeriksaan uji usap PCR. Para pemain juga berada dalam sistem 'bubble' (gelambung). Kami pun sudah meminta izin secara verbal kepada BNPB," ujar Akhmad Lukita ketika dihubungi Antara dari Jakarta, Senin.

Menurut pria asal Jawa Barat itu, sistem gelembung di Liga 1 dan Liga 2 sejatinya mirip dengan karantina.

Sebab, para pemain, pelatih dan ofisial tidak diperkenankan untuk menjalin kontak dengan pihak luar.

Mereka pun menjalani uji usap secara rutin baik berbasis PCR maupun antigen sehingga dipastikan benar-benar fit ketika melangkah ke lapangan pertandingan.

"Intinya mereka semua masuk sistem 'bubble' dan pasti kami pantau," tutur Akhmad Hadian.

Baca juga: LIB belum temukan kasus COVID-19 di Liga 1 dan 2

Perihal karantina beberapa pemain timnas Indonesia, yang baru kembali dari Thailand pada 12 Oktober 2021 seusai menghadapi Taiwan di laga "playoff" Kualifikasi Piala Asia 2023, memang sempat menjadi sorotan beberapa hari terakhir.

Pemain sayap skuad "Garuda" Irfan Jaya langsung bermain untuk klubnya, PSS pada 15 Oktober 2021. Lalu bek Fachruddin Aryanto beraktivitas bersama kesebelasan Madura United pada 14 Oktober 2021.

Lalu Evan Dimas dan Adam Alis memperkuat Bhayangkara FC pada 16 Oktober 2021.

Berdasarkan Keputusan Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pintu Masuk (Entry Point), Tempat Karantina dan Kewajiban RT-PCR bagi Warga Negara Indonesia Pelaku Perjalanan Internasional Ketua Satgas Penanganan COVID-19 yang ditetapkan 13 Oktober 2021, setiap warga negara Indonesia pelaku perjalanan luar negeri wajib menjalani karantina selama 5x24 jam (lima hari) jika datang dari negara dengan eskalasi kasus positif rendah dan 14x24 jam (14 hari) kalau tiba dari negara yang kasus positifnya tinggi.

Baca juga: Pemain PSIS diminta konsisten hadapi lanjutan kompetisi
Baca juga: Kelelahan jadi alasan Victor Igbonefo tak bermain hadapi Bhayangkara

 

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pemkot Bandung izinkan Stadion GBLA gelar kompetisi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar