Anggota DPR Roro Esti apresiasi Poso Energy manfaatkan EBT

Anggota DPR Roro Esti apresiasi Poso Energy manfaatkan EBT

Anggota Komisi VII DPR Dyah Roro Esti (dua dari kiri) mengikuti kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR pada Masa Persidangan I Tahun Sidang 2021-2022 di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. ANTARA/HO-Dyah Roro Esti

Saya mengapresiasi langkah yang ditempuh Poso Energy dalam pengembangan EBT terkhusus tenaga hidro di Indonesia dan saya berharap ini bisa menjadi contoh wilayah lainnya di Indonesia untuk dapat menerapkan hal yang sama
Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR Dyah Roro Esti mengapresiasi langkah dan komitmen PT Poso Energy memanfaatkan energi baru dan terbarukan (EBT), terutama tenaga hidro dalam pembangkitan listriknya.

Roro Esti, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, mengatakan keberadaan PLTA Poso berdaya 575 MW yang dibangun Poso Energy di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, telah memberikan sumbangsih besar kepada bangsa dan negara.

"Saya mengapresiasi langkah yang ditempuh Poso Energy dalam pengembangan EBT terkhusus tenaga hidro di Indonesia dan saya berharap ini bisa menjadi contoh wilayah lainnya di Indonesia untuk dapat menerapkan hal yang sama," katanya saat kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR pada Masa Persidangan I Tahun Sidang 2021-2022 di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Roro Esti memandang langkah Poso Energy dan perusahaan lain yang bergerak di bidang serupa, layak didukung melalui pemberian insentif, sehingga akan mendorong semakin banyak pembangkit listrik bertenaga EBT di Indonesia.

​​"Hal ini merupakan implementasi nyata dari komitmen Indonesia dalam menekan emisi karbon yang dihasilkan dari sektor energi," kata politisi milenial Partai Golkar tersebut.

Ia pun berharap ke depan, harga EBT bisa lebih kompetitif apalagi dengan adanya penerapan pajak karbon nantinya.

Menurut Roro Esti, dirinya bersama Komisi VII DPR saat ini juga aktif mengadvokasikan penerapan EBT untuk pembangkitan listrik di Indonesia.

Langkah tersebut diwujudkan salah satunya dengan merancang regulasi yang khusus mengatur tentang pemanfaatan dan skema usaha EBT di Indonesia.

Dalam kunjungan spesifik ini, Poso Energy memaparkan laporan kinerja dan kendala dari PLTA yang dibangunnya.

Roro Esti juga mengatakan saat ini baru 2,5 persen dari total potensi EBT terealisasi dan tenaga hidro hanya 8,16 persen dari total potensi yang dimiliki Indonesia.

Dalam kunjungan kerja spesifik yang dipimpin Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto, selain Roro Esti, Anggota Komisi VII DPR lainnya yang hadir adalah Willy Midel Joseph, Rusda Mahmud, dan Rico Sia.

Turut mendampingi Pendiri Poso Energy sekaligus mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Direktur Utama Poso Energy Ahmad Kalla, dan Direktur Mega Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero) Wiluyo Kusdwiharto.

Kunjungan DPR ini dilakukan untuk meninjau langsung penerapan EBT di PLTA Poso dan kaitannya dengan RUU EBT yang sedang dibahas di DPR.

"Renewable energy bukan pilihan, tapi sebuah keharusan," ujar Sugeng Suparwoto dalam sambutannya.

Baca juga: DPR-RI menilai PLTA Poso bantu ketahanan energi Nasional

Baca juga: Anggota Komisi VII DPR minta PLN percepat bangun pembangkit EBT

Baca juga: EBT dan peran strategis hulu migas

 

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

PLTMH Balantieng pelita di desa terpencil Sinjai

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar