Peparnas

NPC Maluku andalkan enam cabang olahraga di Peparnas XVI

NPC Maluku andalkan enam cabang olahraga di Peparnas XVI

Logo dan maskot Peparnas XVI Papua (Antara/Juns)

Ambon (ANTARA) - National Paralympics Commite (NPC) Maluku mengandalkan enam cabang olahraga pada ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) ke XVI di Papua.

Enam cabang olahraga yang menjadi andalan itu yakni bulu tangkis, atletik, tenis meja, renang, catur, dan menembak, kata Pembina Organisasi National Paralympic Commite (NPC) Maluku, Ferry Nahusona.

"Kalau di Peparnas XV Jabar kita tidak mengikutsertakan cabang menembak, tetapi di Papua kita menyiapkan atlet menembak," katanya di Ambon, Selasa.

Ia mengatakan, 33 atlet difabel telah disiapkan untuk bertanding di enam cabang olahraga itu dan sesuai rencana akan berangkat ke Papua pada 2 November 2021.

Saat ini 33 atlet menjalani pelatihan secara mandiri, sebagian diantaranya merupakan atlet yang telah mengikuti Peparnas Jabar.

Ia mengakui, pemusatan latihan daerah (Pelatda) yang terkonsentrasi hanya cabang atletik di Stadion Mandala Ambon, sedangkan lainnya di venue masing- masing.

NPC Maluku, kata Ferry, menargetkan perolehan 10 medali emas pada Peparnas XVI.

"Target kita agak realistis. Kalau di Jabar kita bisa meraih sembilan emas, kali ini kita targetkan 10 medali emas," ujarnya.

Ia menambahkan, Maluku memiliki empat atlet elite yang berlaga di ajang internasional Paralimpiade Tokyo 2020 dan sementara ini disiapkan untuk Asian Paragames 2021 di Hanoi, Vietnam.

Dua atlet elite yang berlaga di ajang internasional Paralimpiade Tokyo 2020 yakni Adyos Astan dari tenis meja dan Elvin Elhudia Sesa dari atletik.

Empat atlet elit lainnya sementara ini menjalani pelatnas di Solo untuk mengikuti Asean Paragames 2021 yakni Pia Rumbaru untuk renang dan Erens Sabandar dari cabang atletik.

Baca juga: Menpora optimistis Peparnas Papua berlangsung sukses
Baca juga: Papua pastikan siap jadi tuan rumah Peparnas XVI
Baca juga: Pemerintah alokasikan Rp3.535,4 miliar untuk PON XX dan Peparnas XVI

 

Pewarta: Penina Fiolana Mayaut
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dampak ekonomi PON & Peparnas capai Rp1,6 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar