BI perpanjang DP 0 persen kendaraan bermotor hingga Desember 2022

BI perpanjang DP 0 persen kendaraan bermotor hingga Desember 2022

Ilustrasi - Karyawan mengecek motor listrik Gesits di kawasan Cipete, Jakarta. Bank Indonesia memberikan penurunan batasan minimum uang muka dari kisaran 5-10 persen menjadi nol persen untuk pembelian kendaraan bermotor berwawasan lingkungan. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj/pri.

Kebijakan ini berlaku untuk semua jenis kendaraan bermotor baru
Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia memperpanjang kebijakan pelonggaran ketentuan uang muka alias Down Payment (DP) kredit kendaraan bermotor menjadi paling sedikit nol persen berlaku efektif 1 Januari 2022 sampai dengan 31 Desember 2022.

"Kebijakan ini berlaku untuk semua jenis kendaraan bermotor baru," ujar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam Pengumuman Hasil RDG Bulan Oktober 2021 Cakupan Triwulanan di Jakarta, Selasa.

Menurut Perry Warjiyo, perpanjangan tersebut dilakukan untuk mendorong pertumbuhan kredit di sektor otomotif dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko.

Adapun permintaan kredit saat ini kian membaik, terutama dari dunia usaha dan konsumsi, sejalan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat.

Baca juga: OJK akan terbitkan regulasi relaksasi kredit mobil, dukung bebas PPnBM

Dari sisi penawaran, Perry Warjiyo menilai standar penyaluran kredit oleh perbankan melonggar seiring dengan menurunnya persepsi risiko, di samping sangat longgarnya likuiditas dan penurunan suku bunga kredit baru.

"Aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang meningkat mendorong perbaikan persepsi risiko perbankan, sehingga berdampak positif bagi penurunan suku bunga kredit baru," kata Gubernur BI Perry Warjiyo.

Bank sentral mencatat SBDK perbankan menurun secara terbatas di Agustus 2021 yaitu sebesar 4 basis poin (bps) menjadi 8,77 persen jika dibandingkan dengan Juli 2021 yakni 8,81 persen, sejalan dengan perkembangan bunga acuan BI yang tetap sejak Maret 2021.

Perkembangan tersebut menyebabkan spread SBDK terhadap suku bunga kebijakan menyempit menjadi sebesar 97 bps dari 6,24 persen pada Agustus 2020 menjadi 5,27 persen pada Agustus 2021.

Baca juga: BI pertahankan suku bunga acuan sebesar 3,5 persen


 

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BI proyeksi transaksi bank digital tembus Rp48 ribu triliun di 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar