"GEMBIRA", tips hidup sehat dan awet muda ala Kak Seto

"GEMBIRA", tips hidup sehat dan awet muda ala Kak Seto

Arsip foto - Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau Kak Seto di Jakarta, Kamis (21/3/2019). ANTARA/Anom Prihantoro.

Jakarta (ANTARA) - Psikolog Seto Mulyadi membagikan kiat hidup sehatnya bahkan di usia yang tidak muda lagi. Pria yang akrab disapa Kak Seto itu sendiri telah memasuki usia 70 tahun, namun figur dan keceriaannya tetap sama seperti awal mula ia dikenal luas oleh publik.

"Tips untuk sehat, adalah dengan selalu 'GEMBIRA', di mana prinsip ini saya jadikan panutan," ujar Kak Seto, dalam jumpa pers daring, Selasa.

"GEMBIRA" sendiri ternyata sebuah akronim yang meliputi; pertama, "G" untuk "gerak". Bagi psikolog yang meraih gelar Doktor bidang Psikologi Program Pascasarjana Universitas Indonesia pada 1993 tersebut, aktif bergerak merupakan hal yang tidak lepas baginya agar tetap sehat raga dan jiwanya.

Baca juga: Menyiasati agar anak TK tidak stres belajar di rumah

"Kemudian, huruf 'E' adalah untuk 'emosi cerdas'. Penting bagi kita untuk mengelola emosi dengan cerdas. Bukan berarti kita tidak boleh marah; tentu boleh; namun dengan catatan tidak menutup pintu (hati) dengan cepat. Ketika marah, ucapkan saja, tapi dengan baik dan komunikatif, serta tidak merusak kekeluargaan dan persahabatan," jelas Kak Seto.

Selanjutnya, huruf "M" adalah untuk "makan dan minum berkualitas dan teratur". Kemudian, diikuti dengan huruf "B" yang berdiri untuk "bersyukur dan beribadah". Menurut Kak Seto, diri yang dipenuhi rasa syukur membuat diri menjadi lebih ringan dan senang untuk menjalani hari.

Baca juga: Kak Seto: Orang tua jadi sahabat, kunci buat anak nyaman di rumah

Kedua huruf tersebut lalu diikuti dengan huruf "I" yang berarti "istirahat". Bagi psikolog sekaligus pencipta karakter Si Komo itu, aspek ini selain mengistirahatkan badan secara teratur, juga termasuk mengistirahatkan hati dan pikiran dari hal-hal negatif.

Selanjutnya, adalah huruf "R" yang berdiri untuk "rukun dalam keluarga dan pertemanan".

"Terakhir adalah 'A' untuk 'aktif berkarya'. Hal ini bisa diluapkan ke berbagai hal seperti menulis, membuat lagu, hingga melakukan kegiatan sosial. Misalnya menyambangi tempat anak-anak yang terdampak pandemi," kata Kak Seto.

"Dengan melakukan hal-hal tadi, diharapkan akan ada keseimbangan hidup yang membuat kita selalu sehat," ujarnya menambahkan.

Baca juga: Kak Seto minta ortu kedepankan kepentingan anak meski situasi sulit

Baca juga: Kak Seto: Jadilah orang tua pelindung anak di masa pandemi

Baca juga: Kak Seto sebut kekerasan pada anak meningkat saat pandemi

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kak Seto: Adaptasi 3M pada anak harus tanpa paksaan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar