Timmermans: Gabungkan transisi energi dengan peningkatan pembangunan

Timmermans: Gabungkan transisi energi dengan peningkatan pembangunan

Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa untuk Kebijakan Hijau Eropa dan Iklim Frans Timmermans dalam diskusi publik yang diselenggarakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Jakarta, Selasa (19/10/2021).  ANTARA /Azis Kurmala.

Kita perlu menggabungkan transisi energi dengan peningkatan pembangunan dan peningkatan investasi dalam pembangunan manusia
Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa untuk Kebijakan Hijau Eropa dan Iklim Frans Timmermans mengatakan transisi energi fosil ke energi hijau perlu digabungkan dengan peningkatan pembangunan serta peningkatan investasi dalam pengembangan sumber daya manusia.

"Kita perlu menggabungkan transisi energi dengan peningkatan pembangunan dan peningkatan investasi dalam pembangunan manusia, pastikan bahwa pendidikan menjadi lebih mudah diakses, kemiskinan langsung diperangi, dan berikan komunitas-komunitas yang di skala kecil otonomi energi... Ini adalah pemberdayaan masyarakat yang perlu kita lakukan," ujar Frans Timmermans dalam diskusi publik yang diselenggarakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan pembangunan iklim harus sejalan dengan peningkatan sosial masyarakat.

"Jika kita menciptakan oposisi antara iklim dan sosial, kita tidak akan memiliki sosial dan kita tidak akan memiliki iklim. Karena korban pertama dari krisis iklim akan menjadi yang terlemah dalam masyarakat kita." kata Timmermans.

Baca juga: Sri Mulyani: Pendekatan multilateral penting dalam perubahan iklim

Ia mengatakan transisi energi fosil ke energi hijau harus menjangkau dan melibatkan semua kalangan baik dari kelompok masyarakat berpendapatan rendah hingga masyarakat berpendapatan tinggi.

“Kita perlu memastikan bahwa bukan hanya orang-orang yang berpendidikan tinggi. Jangkau generasi Anda, orang-orang yang tidak memiliki kesempatan ini, yang takut akan tertinggal, dan jadikan mereka bagian dari transisi ini. Kemudian kita akan berhasil." kata dia.

Di samping itu, ia mendorong generasi muda untuk membuat organisasi serta agenda terkait aksi iklim.

"Tidak akan ada EU Green Deal tanpa Fridays for Future (gerakan aktivis iklim anak muda global). Ini didorong oleh kaum muda di Eropa. Mereka memiliki rasa urgensi yang tinggi, mereka telah memaksa badan politik Eropa untuk bergerak lebih cepat. Kita perlu memobilisasi mereka dalam skala global." kata dia.

Baca juga: Pembangunan rendah karbon buka peluang investasi pascapandemi COVID-19
Baca juga: Sri Mulyani tekankan transisi hijau dalam tangani perubahan iklim

 

Pewarta: Azis Kurmala
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pengadaan kendaraan listrik berbasis baterai demi transisi energi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar